Banjarbaru – Masyarakat Kalsel dinilai antusias dengan gerakan penanaman sejuta pohon 2021 yang merupakan bagian dari program revolusi hijau yang telah dihembuskan Pemprov Kalsel sejak 2017. “Antusiasme itu terlihat dalam pengambilan bibit gratis di tempat persemaian, BPTH dan BP DAS,” kata Plt Kadishut Kalsel Fatimatuzzahra saat Kick Off penanaman sejuta pohon dan RHL 2021 di embung lok Udat Banjarbaru, Jumat (9/4).

Adapun lokasi penanaman dilakukan di lahan kritis, kawasan hutan, wilayah perkantoran, pemukiman dan lahan lainya di berbagai Kabupaten kota se Kalsel. “8 kabupaten/kota gerakan penanaman dipimpin langsung kepala daerahnya sementara daerah lainnya dipimpin Sekda dan kepala SKPD, secara serentak mulai hari ini,”‘tambahnya.

Pemenuhan bibit selain dari Dishut Kalsel juga sumbangan perusahaan pemegang HTI , perusahaan Tambang, pemegang IPPKH dan mitra kerja lainnya.

Penanaman melibatkan unsur pemerintah, masyarakat, ASN, KPH, LSM, komunitas, mitra kerja SKPD,  Tagana PKK dan forum komunitas tambang. 

Sejauh ini ada sekitar 511 ribu hektar lahan kritis di Kalsel. Melalui revolusi hijau ditarget 32 ribu hektar per tahun dapat dilakukan penanaman untuk perbaikan lingkungan dan lahan kritis. “Embung lok Udat luasnya 109 hektar namun yang dapat kita tanami 3,5 hektar, wilayah ini merupakan lahan kritis bekas terbakar sehingga Kick off penanaman dilakukan di sini sebagai upaya pemulihan fungsi lahan  dan revegetasi,” kata Fatimatuzzahra.

Bibit untuk penanaman sejuta pohon diberikan gratis kepada masyarakat dapat diambil di tempat persemaian bibit di BPTH Kalsel, BP DAS dan tempat persemaian lainnya dibawah Dishut Kalsel. “Masyarakat antusias ikut penanaman ini bahkan pesantren dan perusahaan pemegang konsesi lahan,”katanya. Ary

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here