Banjarmasin – Penjabat Gubernur Kalsel Safrizal ZA diwakili Asisten III Setda Adi Santoso mengatakan profesi wartawan adalah pekerjaan intelektual dan mulia.

Profesi wartawan berperan penting dalam ikut mencerdaskan masyarakat dan membangun kehidupan bernegara.

Hal tersebut disampaikan Adi Santoso saat Pembukaan Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ) tahun 2021 Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) di Hotel Mercure Banjarmasin, Kamis (24/6/2021).

Adi Santoso mengharapkan keberadaan IJTI Kalsel mampu menjadi pengawal dan teladan dalam menjalankan kehidupan pers yang profesional dan bertanggungjawab.

Menurutnya, sebelum reformasi, pers tidak bisa berbuat banyak untuk memberikan kritik dan kontrol sosial terhadap pemerintah.

“Namun di era reformasi ini, pers diberikan kebebasan yang luar biasa dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Bahkan saat ini memiliki undang-undang yang melindungi rekan jurnalis dalam menjalankan profesinya,” ucapnya

Untuk itu, dalam kesempatan tersebut ia mengajak para jurnalis agar menempatkan pers pada peranan yang sebenarnya. Yakni, memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui, menegakkan nilai-nilai dasar demokrasi, mendorong terwujudnya supremasi hukum dan hak asasi manusia.

Dan paling utama adalah peran wartawan mampu merekatkan keberagaman budaya serta kearifan lokal masyarakat.

“Semoga pers yang berkembang di Kalimantan Selatan benar-benar wujud kebebasan pers yang mampu mendorong terbentuknya masyarakat yang aktif, partisipatif, serta membawa kebaikan bagi kehidupan kita bersama.

Dan IJTI Kalsel mampu menjadi pengawal dan teladan dalam menjalankam kehidupan pers yang beretika dan bertanggungjawab,” harapnya.

Sementara itu, Sekjen IJTI Pusat Indria Purnama Hadi menambahkan agar para jurnalis untuk menyajikan berita yang independen dan berimbang.

“Semoga menghasilkan jurnalis yang tangguh, profesional dan berkualitas,” katanya di depan 54 peserta UKJ.

Disamping itu, dalam kesempatan tersebut, Anggota Dewan Pers, Hassanein Rais juga mengatakan, bahwa Dewan Pers mengusulkan kepada pemerintah agar mau membiayai untuk menguji kompetensi jurnalis atau insan pers.

“Jadi kita mengadakan UKJ ini dibiayai oleh pemerintah, dan satu hal yang perlu diingat, jangan lupa kalian adalah penyampai pesan, yaitu pesan kepada masyarakat, maka dari itu dibutuhkan profesionalisme yang tinggi sebagai insan pers,” pungkasnya. (End/Adpim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here