Banjarmasin – Kanwil Kementerian Agama Wilayah Provinsi Kalimantan Selatan menggelar doa bersama lintas agama secara daring, Sabtu (24/7) malam. Doa dipandu KH Husin Nafarin untuk yang beragama Islam,  dilanjutkan pemuka agama lain dari Kristen Khatolik, Kristen Protestan, Hindu, dan Budha.

Usai doa bersama, Pj Gubernur Kalsel, Safrizal ZA mengungkapkan doa bersama mencerminkan adanya keinginan dan harapan yang sama masyarakat banua.

“Semoga  doa bersama ini dikabulkan Allah SWT, wabah virus corona segera dilenyapkan dari bumi Allah ini,” ujarnya.

Safrizal juga  menyampaikan rasa belasungkawa dan suka mendalam kepada mereka yang meninggal dunia akibat terinfeksi virus ini

“Dari ribuan yang meninggal, mungkin ada kerabat, keluarga, petugas kesehatan, pejabat, ulama maupun tokoh agama, ini membuktikan bahwa virus ini memang  benar adanya,” tegas Safrizal.

Karenanya, ia menyerukan kepada semua pihak,  agar selalu meningkatkan kewaspadan dan jangan sampai sikap abai membahayakan orang lain.

Menurut Safrizal, pemerintah sudah melakukan berbagai kebijakan demi melenyapkan penyakit mematikan ini. Namun tanpa dukungan masyarakat, apa yang dilakukan pemerintah tidak akan cukup.

“Kita lakukan ikhtiar sebaiknya apa yang bisa dilakukan,” ujarnya.

Safrizal menyebut, beberapa hari terakhir terjadi lonjakan kasus covid-19, tertinggi di Kota Banjarmasin, Banjarbaru dan sekitarnya.

Sementara, Ketua DPRD Kalsel, Supian HK juga mengapresiasi kegiatan yang dianggap bagian ikhtiar agar  terhindar dari bahaya covid 19.

Ia pun berharap para tokoh agama di Kalsel, terus turut memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga protokol kesehatan,  sosialisasi vaksinasi serta upaya-upaya lain yang bisa dilakukan bersama.

“Saya mohon dukungan kepada tokoh agama, tokoh masyarakat, mensosialisasikan kepada masyarakat agar memayuhi protokol kesehatan,” pintanya.

Sementara Kepala Kanwil Kemenang Kalsel, HM Thamrin mengatakan, doa bersama lintas agama digelar untuk memohon  keselamatan masyarakat dari pandemi covid-19 yang masih tejadi.

Disebutkan kegiatan diikuti sekitar 500 orang dari kalangan ASN, Forkopimda provinsi dan kabupaten/kota se Kalsel, kepala daerah, dan sejumlah elemen masyarakat. sal/ary

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here