Barabai – Desa Nateh berada di Kecamatan Batang Alai Timur Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST). Desa ini terletak persis di kaki Pegunungan Meratus.

Jaraknya dari Barabai ibukota HST sekitar 28 kilometer dari Barabai. 

Akses menuju desa ini sudah beraspal namun banyak kerusakan di sepanjang jalan akibat kerap dilalui truk bermuatan bahan galian C. Sepanjang jalan, anda bakal disajikan sederet desa dengan latar pegunungan dan pemandangan DAS Batang Alai. 

Sesampai memasuki gerbang Nateh, panorama bentang karst sudah dapat dilihat dari sisi kiri dan kanan. Gunung kapur ini menjulang tinggi dengan tetumbuhan liar yang membuat panorama tak menjadi gersang.

Di bawah gunung karst, anda akan menemukan kawasan hulu sungai Batang Alai yang airnya masih jernih. Warga setempat biasanya memakai aliran sungai ini untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi hingga mencuci.

“Ini bisa diminum kalau mau. Sumbernya datang langsung dari gunung-gunung kapur (karst) itu. Jadi aman,” kata salah satu warga Nateh kepada wartawan Jejak Banua.com saat mengunjungi desa ini baru-baru tadi.

Pengunjung di Desa Nateh biasanya mendatangi salah satu lokasi wisata sungai jernih dan berbatu di sana untuk mandi dan berfoto dengan latar pegunungan karst. Letaknya ada di penghujung desa.

Wisata murah meriah dengan biaya parkir untuk mobil Rp 10 ribu dan sepeda motor Rp 5 ribu.

Di pinggir sungai disediakan gazebo untuk istirahat dengan biaya sewa Rp 20 ribu per gazebo.

Suasana wisata sungai di Nateh nampak ramai walaupun fasilitas masih seadanya. Selain mandi, ada pula rombongan mobil off road berlatih menyeberangi sungai yang berbatu tersebut.

Di titik lain juga ada jembatan gantung Nateh yang membentang menghubungkan dua sisi sungai. Biasanya setelah mandi pengunjung memanfaatkan untuk berfoto di sana.

Selain memperlihatkan bentang karst dan sungainya yang jernih, sebenarnya ada sejumlah tempat indah  tersembunyi lainnya.

Ambil contoh, Goa Ali. Terletak di desa yang sama, hanya bisa ditempuh dengan menggunakan motor dan jalan kaki. Ini lantaran akses utama menuju goa cuma bisa melalui jalur kebun karet warga.

Untuk mencapai mulut utama goa ini, anda harus berjalan kaki  menanjak dan melewati kebun warga. Selain Goa Ali, juga ada beberapa goa lain di Desa Nateh namun tentunya harus dipandu oleh warga lokal agar tak tersesat.

Sebenarnya kawasan Nateh dapat berpotensi menjadi desa wisata yang menyumbang banyak pendapatan daerah jika dikelola dengan baik. Namun, karena belum begitu dilirik, maka daerah ini belum begitu banyak dikenal pelancong.

Sekadar diketahui, perekonomian warga Nateh saat ini mayoritas hanya ditopang oleh perkebunan karet. Ada yang memiliki lahan sendiri. Ada pula yang menjadi buruh sadap di lahan warga lainnya. Ary

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here