Pelaihari – Desa Panjaratan Kecamatan Pelaihari memiliki sumber daya alam yang mengagumkan. Selain masih cukup terjaga, kawasan hutan di sekitar sungai setempat juga ada satwa khas Kalsel yakni Bekantan.

Bahkan keberadaan aset alamiah tersebut sejak beberapa tahun lalu telah dikemas menjadi objek wisata yakni wisata susur sungai Hutan Bekantan.

Sejak mulai dikelola warga sekitar menjadi objek wisata alam, keberadaan habitat Bekantan di Desa Panjaratanmendapat perhatian khusus pemerintah daerah setempat.

Dinas Pariwisata Tala misalnya telah membantu menyediakan fasilitas penunjangnya seperti membangun dermaga.

Dermaga tersebut dibangun di dekat jembatan besi di Desa Panjaratan. Fasilitas ini memudahkan pengunjung menaiki kapal susur sungai setempat.

Kapal susur sungai tersebut bantuan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Prosesnya juga berkat intensnya komunikasi antara Dispar dengan Pemprov Kalsel.

Hutan habitat Bekantan di Panjaratan sebagian besar masuk kawasan hutan yang ditangani Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Sebagian lagi masuk area lahan perusahaan perkebunan.

Selama ini pengelolaan wisata tersebut dilakukan oleh warga Panjaratan melalui kelompok sadar wisata (pokdarwis). Dispar Tala membina, membentuk pokdarwis, dan melatih mereka.

Pokdarwis di Panjaratan beberapa kali pernah diikutkan kegiatan pelatihan mengenai pengelolaan wisata hingga promosi wisata dan aspek lainnya.

Sebelum pandemi covid-19, kunjungan wisata ramai. Dalam sepekan rata-rata jumlah pengunjung mencapai ratusan orang.

Apalagi ada bantuan armada angkutan susur sungai dari Pemprov Kalsel berupa kapal berukuran cukup besar. Fasilitas ini turut menjadi daya tarik karena memudahkan pelancong menyusuri sungai setempat.

Kapal itu panjangnya sekitar 20 meter berkapasitas 30 orang. Namun bisa dimaksimalkan hingga 50-an orang. Ary

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here