Tanjung – Hj Nurliani Dardie punya pengalaman tak terlupakan kala mengunjungi Masjid Banua Lawas di Kecamatan Banua Lawas Tabalong beberapa waktu lalu. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kalsel itu merasa terhormat dapat menggendong dan memandikan benda pusaka yang berumur 395 tahun lebih, di Masjid Pusaka Banua Lawas di Desa Banua Lawas, Kecamatan Banua Lawas, Kabupaten Tabalong.

Benda tersebut berupa salah satu sungkul pucuk tiang dari 4 tiang masjid, yang terbuat dari kayu ulin dengan warna hitam pekat. 

“Merasa beruntung saya secara tidak sengaja saat berziarah pada 30 Zulhijah 1442 hijriah lalu, diperkenankan memegang pucuk tiang yang paling kecil, yang sebelumnya disimpan oleh ahli waris di rumahnya, dan tahun 2019 di kembalikan hingga di simpan pada lemari kaca pada Masjid Banua Lawas,” ungkap Nurliani Dardie, baru-baru tadi.

Kunjungannya di salah satu masjid bersejarah tersebut, dalam rangka berburu katalog induk daerah, yaitu menghimpun katalog koleksi dari berbagai jenis perpustakaan yang mencakup semua bidang ilmu pengetahuan. 

“Kegiatan ini adalah sebagai salah satu sarana kerja sama antar perpustakaan melalui jaringan informasi daerah. Kegiatan penerbitan bibliografi daerah merupakan kegiatan dalam rangka hunting buku-buku yang diterbitkan para penerbit dan penulis, baik dari pemerintah maupun swasta sebagai bahan pembuatan bibliografi,” bebernya. 

Selain itu, menurutnya, bibliografi daerah ini merupakan publikasi yang berisi data atau informasi yang memuat judul-judul buku yang terbit di Banua, yang berfungsi sebagai alat telusur bagi pemustaka. 

Selain di Tabalong, Dispersip Kalsel juga menyasar wilayah lainnya, seperti daerah Banua Anam.

Masjid Pusaka Banua Lawas adalah bangunan masjid yang tertua di Kabupaten Tabalong. 

Berdasarkan catatan sejarahnya, Masjid Pusaka Banua Lawas selesai dibangun pada subuh Kamis 16 Rajab 1406 H atau tahun 1625 Masehi. Usianya kini sekitar 395 tahun. Ary

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here