Pelaihari – Jika Malaysia memiliki Gunung Kinabalu sebagai titik tertinggi Tanah Kalimantan atau The Top of Borneo, Indonesia mempunyai titik terendah di Tanah Kalimantan atau The Bottom of Borneo yang letaknya di Kabupaten Tanah Laut (Tala). Hal itu disampaikan Bupati Tala HM Sukamta pada virtual Kolaborasi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno bersama bupati/ walikota se-Kalsel secara daring, Rabu malam (1/9/2021).
Menurutnya hal ini perlu sebuah diskusi dari pemerintah daerah dengan Kemenrparekraf untuk membangun wisata The Bottom of Borneo tersebut, “Kita harus memikirkan bagaimana caranya agar pengunjung The Top of Borneo di Malaysia juga berkunjung dan melihat The Bottom of Borneo yang ada di Tala. Saya kira kita harus melakukan pembicaraan intens karena objek wisata ini sifatnya skala nasional,”ujarnya.
Sukamta menambahkan bahwa saat ini Pemkab Tala sedang gencar-gencarnya dalam membangun sektor pariwisata, menurutnya sektor pariwisata juga memicu bertumbuhnya ekonomi kreatif. Ia juga mengatakan bahwa pihaknya ingin menarik investor untuk berinvestasi pada sektor pariwisata Bumi Tuntung Pandang, “Bang Sandi ajak teman-temannya di Jakarta untuk berinvestasi di Tala, kami sangat terbuka dan saya memberikan garansi perizinan akan kita permudah. Silahkan datang ke Tala kami akan fasilitasi, jika ada kesulitan kita bantu perizinannya,”tuturnya.

Menurut Sukamta sektor pariwisata tidak bisa dibangun oleh pemerintah daerah saja, melainkan dibutuhkan pihak swasta agar wisata yang ada di Tala maju dan berkembang.
Bupati Tala juga mengungkapkan Kabupaten Tala adalah daerah yang mempunyai potensi wisata yang paling lengkap di Kalsel, “Tala punya wisata laut, pantai, gunung, air terjun dan juga ada agrowisata yang bisa menjadi sarana berwisata dan juga sarana pembelajaran,”tutupnya. Prokopim Tala/Ary

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here