Mari Menjaga Momentum Pemulihan Ekonomi Nasional

0
290
        Oleh Muhammad Risanta, SE, MM

Meskipun dalam suasana pandemi, berilah kabar-kabar baik dan bahagia. Untuk mendorong imun masyarakat, disamping penerapan protokol kesehatan ketat dan program percepatan vaksinasi nasional, yang tak kalah penting adalah kondisi ekeonomi saat ini. Secara konskruktif memang bukan menu khusus, namun setidaknya sedikit berkabar cukup melegakan dahaga kita semua.

Kabar menggembirakan perekonomian Indonesia Indonesia terus membaik hingga akhir Triwulan I Tahun 2021, bahkan hal ini juga lebih baik dibandingkan perkembangan pertumbuhan ekonomi negara-negara ASEAN dan G-20. Di Triwulan II Tahun 2021, ekonomi Indonesia terus tumbuh hingga 7,07 persen YoY. Sejalan dengan kondisi di level Nasional. Bank Indonesia pun merilis pertumbuhan ini telah menyebabkan nilai PDB riil pada triwulan II telah melampaui nilai PDB riil pada triwulan IV 2019, sebelum terjadinya pandemi Covid-19. Perbaikan ekonomi ditopang oleh kinerja positif seluruh komponen permintaan dan lapangan usaha (LU). Ke depan, untuk mendorong perbaikan ekonomi, Bank Indonesia terus meningkatkan koordinasi kebijakan dengan Pemerintah dan instansi terkait, termasuk melalui koordinasi kebijakan moneter–fiskal, kebijakan peningkatan ekspor, serta inklusi ekonomi dan keuangan, di tengah berlanjutnya akselerasi pelaksanaan vaksin dan penerapan protokol kesehatan.

Hal terpenting dari potret perekonomian Indonesia adalah jika dilihat sisi permintaan, recovery ekonomi pada triwulan II 2021 terutama didorong oleh peningkatan kinerja ekspor, konsumsi rumah tangga, investasi, dan konsumsi Pemerintah. Pada triwulan II 2021, ekspor tumbuh sangat tinggi sebesar 31,78% (yoy) didukung oleh kenaikan permintaan negara mitra dagang utama. Konsumsi rumah tangga untuk pertama kalinya tercatat tumbuh positif sejak triwulan II 2020 sebesar 5,93% (yoy), jauh membaik dari kinerja triwulan I 2021 (-2,22%, yoy). Terjadinya peningkatan konsumsi rumah tangga ini, ternyata juga selaras sejalan dengan perbaikan mobilitas masyarakat, berlanjutnya stimulus termasuk relaksasi program PPnBM dan kebijakan makroprudensial, serta pola musiman Hari Besar Keagamaan Nasional. Memang tahun 2020 menjadi tahun terberat yang dialami bangsa Indonesia, karena badai pandemi yang meluluhlantakan sendi-sendi perekonomian.Suka tidak suka, inilah potret buram yang sempat menghiasi sisi lain Indonesia, yang kala itu tengah berjuang keras meningkatkan pertumbuhan yang ideal. Namun apa mau dikata ada cerita lain yang tertulis, membuat Indonesia mengubah strategi untuk memulihkan perekonomian sejak pandemi melanda.Tahun 2021 menurut Presiden Jokowi adalah tahun penuh peluang , tahun pemulihan ekonomi nasional dan global. Secara konstruktif ini menjadi tugas kita bersama-sama, mengandeng tangan untuk Indonesia yang baik dan bangkit ekonominya. Bergerak pulih menuju kebangkitan ekonomi nasional pada semester I tahun 2021 tidak terlepas dari penatalaksanaan dan penanganan Covid-19, yang perlahan dilakukan pemerintah seperti Program Vaksinasi secara nasional untuk mendorong percepatan Herd Immunity,dilanjutkan dengan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang menggelontorkan dana segar sejak tahun 2020 hingga jelang akhir tahun ini. Tercatat pemerintah menyiapkan anggaran dana untuk enam program yakni kesehatan, perlindungan sosial, kementerian dan kelembagaan pemerintah, insentif usaha, stimulus UMKM, hingga stimulus koorporasi. Apa kabar dengan Kalimantan Selatan ? dalam webinar Diseminasi Kajian Fiskal Regional, bersama sejumlah stakeholder , Kamis siang (09/09/2021) , Perekonomian Provinsi Kalimantan Selatan pada Triwulan II Tahun 2021 secara YoY tumbuh sebesar 4,40 persen atau 5,49 persen Q to Q. Di sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha sektor potensial di Kalimantan Selatan yaitu Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 32,26 persen. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada pengeluaran konsumsi Pemerintah yang tumbuh hingga 43,20 persen. Kondisi tersebut memposisikan pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan tertinggi ketiga di wilayah Kalimantan setelah Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Ini tentu potret Kalsel sesungguhnya menjadi salah satu daerah pada momentum pemulihan perekonomian nasional. Dalam catatan webinar tersebut perlunya Kalsel menjaga momentum pemulihan dan pertumbuhan ekonomi tersebut, terdapat beberapa isu strategis yang ada di wilayah Kalimantan Selatan. Tentunya isu-su yang perlu diperhatikan adalah kerja keras belanja Pemerintah (APBN dan APBD) dalam menyumbang peningkatan PDRB di Kalimantan Selatan, reformasi struktural dalam APBN dan APBD wilayah Kalimantan Selatan, ) penguatan penerimaan Pajak konsolidasian, namun kontraksi pada PNBP konsolidasian, kontribusi pengeluaran Pemerintah konsolidasian terhadap pembentukan tingkat perekonomian (PDRB) Kalimantan Selatan. Sebuah isu yang mesti menjadi perhatian bersama khususnya bagi pemangku kepentingan di Banua.

Ada catatan menarik dalam Diseminasi Kajian Fiskal Regional , yang menyebutkan bahwa salah satu kebijakan Fiskal di Kalimantan Selatan adalah refocusing anggaran untuk memenuhi anggaran pemulihan ekonomi dan Kesehatan. Semua Pemerintah Kabupaten dan Kota di Kalimantan Selatan telah memenuhi target mandatory dari belanja untuk Penanganan Covid dan Pemulihan ekonomi.Kontribusi Belanja Pemerintah di Kalimantan Selatan sebesar Rp 37,3 Triliun yang terdiri dari APBN sebesar Rp 26,6 Triliun dan APBD sebesar Rp 28,08 Triliun yang diharapkan dapat mendorong pemulihan ekonomi di Kalimantan Selatan dan sekaligus memberikan landasan yang kuat untuk reformasi struktural.

Makna khusus pertemuan setengah hari dalam webinar tersebut, memiliki tujuan penting bagaimana gambaran terkini dan terutuh kepada para stakeholder atas kebijakan dan upaya Pemerintah dalam bidang fiskal dalam rangka memberikan dampak yang optimal bagi pembangunan dan kesejahteraan masayarakat di regional Kalimantan Selatan. Yang tak kalah penting adalah Membangun awareness Pemda tentang peran strategis APBN dan APBD dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Daerah. Tentunya beberapa analisa dan masukkan akan Menjaring lebih banyak informasi, sebagai bahan reviu dan perbaikan kualitas kajian serta rekomendasi di triwulan-triwulan berikutnya. So, kabar gembira butuh bergandengan tangan menjaga momentum seperti ini. Kalau tidak kita siapa lagi, Do something today that your future self will thank you for

*Penulis adalah Jurnalis Transmedia – Dosen STIE Pancasetia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here