Paman Birin Bersyukur Jembatan Lengkung Pertama Indonesia Terwujud

0
313

Banjarmasin  – Sinergitas yang kuat antara pemerintah daerah dalam hal ini Pemprov Kalsel dengan Kementerian PUPR RI akhirnya membuahkan hasil. Jembatan lengkung pertama di Indonesia terwujud berdiri megah membentang di atas Sungai Alalak menghubungkan Batola dan Banjarmasin.
Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor bersyukur dapat terwujudnya jembatan lengkung pertama Indonesia tersebut. Hal itu ia ungkap kala meninjau Jembatan Sungai Alalak yang sudah memasuki finishing di kawasan Alalak Utara Kabupaten Batola, (Senin 13/9) siang. 

Paman Birin meninjau didampingi Ketua DPRD Kalsel H Supian HK, Kepala Kepala BPJN Kalimantan Selatan Syauqi Kamal, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Roy Rizali Anwar. Turut hadir pula main contractor Iwan Pandji dari PT Pandji Bangun Persada.

Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor mengucap syukur tatkala melihat kemegahan jembatan tersebut yang akhirnya dapat diwujudkan. 

Ia juga mengaku bangga dengan dibangunya jembatan lengkung dengan Konstruksi cable stayed pertama di Indonesia. 

Paman Birin menyebut, Jembatan Sungai Alalak mengandung filosofi masyarakat banua yang religius. Hal itu ditandai dengan bentang tengah jembatan seperti sedang menadahkan tangan atau berdoa.

“Bangga sekali sebagai rakyat kalsel, apalagi ada filosofi yang luar biasa sedang berdoa kita tau masyarakat kita religius, jadi membangun dengan hati,” ucap Paman Birin. 

Gubernur Kalsel berharap jembatan Sungai Alalak yang akan menjadi ikon baru Kalsel dapat diresmikan Presiden Joko Widodo. 

“Insyallah akan diresmikan oleh Bapak Presiden, kemarin sempat ngobrol sama kita, Pak Gub saya akan ke Kalsel, nanti akan saya telpon Pak Gub, mudah mudahan salah satu agenda Bapak Presiden nanti di sini untuk meresmikannya,” katanya.

Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kalsel M Yasin Toyib menambahkan bahwa proyek pembangunan jembatan Alalak merupakan wujud sinergis pemerintah daerah dalam hal ini pemerintah provinsi Kalsel dengan balai pengelolaan jalan nasional (BPJN) Kalsel. “Terwujudnya pembangunan jembatan Alalak berawal dari usulan daerah kepada pusat dalam hal ini Pemprov Kalsel pada zaman periode kepemimpinan Gubernur Sahbirin Noor,” kata Yasin Toyib saat dikonfirmasi via ponselnya.

Kemudian usulan tersebut disetujui sesuai kebutuhan dan pentingnya fungsi jembatan yang bukan saja jalur lintas antar kota tapi juga antar provinsi. “Usulan itu sekitar beberapa tahun lalu kita sampaikan, dan akhirnya saat ini sudah berhasil dibangun menggunakan APBN melalui pelaksana BPJN Kalsel,” terang Yasin.

Sementara itu, Kepala BPJN Kalimantan Selatan Syauqi Kamal mengatakan, progres pembangunan Jembatan Sungai Alalak sudah mencapai 99 persen tinggal pekerjaan finishing.

Menurut Syauqi, pihaknya tengah menunggu terbitnya sertifikat keamanan dan kelaikan jembatan yang akan dikeluarkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

“Bulan lalu sudah uji coba dan dinyatakan laik, saat ini masih proses penerbitan sertifikat kelaikan jembatan nanti akan dkeluarkan oleh Pak Menteri,” katanya.

Menurutnya,Jembatan Sei Alalak dibangun untuk menggantikan Jembatan Kayu Tangi 1 yang telah berusia sekitar 30 tahun dan menjadi jalur utama akses Kota Banjarmasin dengan berbagai wilayah di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. 

Penggantian jembatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas jaringan jalan di Provinsi Kalimantan Selatan yang berdampak pada meningkatnya pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.(syh/ary)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here