10 Penyuluh KB Tala Terima Satyalencana

0
98

Pelaihari – 10 tenaga Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kabupaten Tanah Laut (Tala) menerima penghargaan tanda kehormatan Satyalencana Karya Satya dari Presiden RI H Joko Widodo. Penghargaan tersebut secara simbolis diserahkan Bupati Tala HM Sukamta kepada para tenaga PLKB yang telah bertugas lebih dari 10 tahun, bertempat di Aula Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Tala, Senin (20/9/2021).

Dalam arahannya, Sukamta mengapresi para tenaga PLKB yang telah memberikan kinerja dan dedikasi yang baik terhadap program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) di Tala. Sebagai garda terdepan penyampai sosialisasi program KB kepada masyarakat, Sukamta berharap para tenaga PLKB Tala tetap semangat dalam menyampaikan informasi dan memberikan pemahaman pentingnya program KB.

“Selamat kepada bapak ibu sekalian penerima penghargaan Satyalencana Karya Satya kali ini. Penghargaan ini merupakan wujud perhatian pemerintah terhadap kinerja, loyalitas dan dedikasi yang baik dari bapak ibu sekalian. Semoga penghargaan ini menambah semangat kita untuk terus bekerja dalam menyukseskan program Bangga Kencana di Tala”, ujar sukamta.

Program Bangga Kencana merupakan salah satu program dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang berfokus untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas di Indonesia. Sejak Januari 2020, tagline yang semula Dua Anak Cukup berubah menjadi Terencana Itu Keren, dan nama program yang semula Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) diubah menjadi program Bangga Kencana.

Dalam kesempatan itu Sukamta turut berpesan kepada para tenaga PLKB Tala untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat terkait pentingnya program vaksinasi Covid-19. Selain program Bangga Kencana, saat ini pemerintah juga berupaya menyukseskan program vaksinasi sebagai program nasional.

“Tolong bantu masyarakat kita yang masih belum mengerti program vaksinasi. Saya pastikan vaksin ini aman, Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga menegaskan status halal vaksin dari pemerintah. Saya sudah tiga kali divaksin dan alhamdulillah tidak merasakan gejala berbahaya seperti kabar hoax yang beredar”, pungkas Sukamta. Ary/Prokopim Tala

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here