Paringin – Masyarakat adat Dayak Pitap di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, menggelar pelaksanaan upacara adat Aruh Baharin di Balai Adat Ajung, Kecamatan Tebing Tinggi. KPH Balangan diundang untuk hadir. 

Upacara adat ini berlangsung selama 7 hari telah dimulai pada hari Rabu (20/10) dan akan ditutup dengan acara adat Tahur Hajat ke Puncak Gunung Hauk pada hari Senin(25/10) nantinya.

Plt. Kepala KPH Balangan bersama staf berkesempatan hadir pada hari ke tiga, Jumat (22/10). KPH hadir dengan membawakan oleh-oleh bibit Revolusi Hijau (tanaman untuk reboisasi) untuk peserta Aruh Baharin, yang diterima antusias peserta Aruh.

Kepala Desa Ajung , Suwandi, mengatakan tujuan digelarnya upacara ini adalah sebagai perwujudan rasa syukur kepada Nining Bahatara (Yang Maha Kuasa), atas hasil panen padi yang melimpah, sekaligus penghormatan terhadap arwah leluhur yang diyakini senantiasa melindungi mereka dari berbagai marabahaya.

“Pada masyarakat adat Dayak Pitap, Aruh (perayaan) Baharin yang dilaksanakan adalah  perwujudan rasa syukur setelah musim panen padi,” kata Kepala Desa Ajung, Suwandi, saat berbincang santai disela acara.

“Kami meyakini, beras hasil panen atau disebut secara luas oleh masyarakat  dengan ‘beras hanyar’ belum boleh dimakan, sebelum upacara adat tersebut dilaksanakan sebagai bentuk ucapan syukur,” ucap suwandi.

Meskipun Aruh Baharin diselenggarakan seusai masa panen, namun tidak setiap tahun dilaksanakan, tergantung hasil panen saat itu, apakah mencukupi untuk ukuran sebuah perayaan atau tidak.

Untuk pelaksanaan Aruh Baharin kali ini, masyarakat adat Dayak Pitap telah mempersiapkan tujuh ekor kambing sebagai hidangan selama perayaan.

“Aruh Baharin dilaksanakan selama satu minggu penuh, namun puncak acara digelar pada Jumat malam selama satu malam suntuk,” katanya.

Puncak acara itu diisi dengan upacara adat yang disebut “Batandik”, yaitu menari sambil diiringi pembacaan mantra berisi pujian dan doa kepada Dewa.

Pembacaan mantra dan doa dilakukan oleh para tokoh masyarakat adat yang disebut “Balian”, sedang proses pembacaannya disebut “Bamamang”.

Melalui upacara adat Aruh Baharin, masyarakat adat Dayak Pitap di Balangan menyampaikan rasa syukur, puji-pujian dan doa serta pengharapan agar panen dimasa yang akan datang berlimpah ruah.(Kphbalangan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here