Pelaihari -Wayang kulit tidak hanya sebagai hiburan namun menjadi media pembelajaran, nasihat serta contoh teladan bagi masyarakat Bumi Tuntung Pandang untuk menjalani kehidupan. Hal ini disampaikan Bupati Tanah Laut (Tala) HM Sukamta saat membuka pagelaran Wayang Kulit Banjar dalam rangka Hari Jadi Ke-56 Kabupaten Tala. Bertempat di Lapangan Tenis Pemuda Pelaihari, Sabtu (4/12/2021) malam.

Banyak makna dan manfaat dari menonton wayang seperti tuntunan dalam bersosial, wadah masyarakat untuk membangun, bersosialisasi serta mewujudkan apa yang menjadi cita-cita masyarakat di Bumi Tuntung Pandang. Maka dari itu, mari lestarikan budaya adat dari para leluhur agar apa yang telah diwariskan tetap eksis ditengah kemajuan zaman.

“Selain melestarikan adat budaya, wayang juga merupakan panduan untuk menjalani kehidupan,” terang bupati.

Ia juga meminta agar dana Rp 1 miliar yang telah dihibahkan ke kecamatan selain digunakan untuk kegiatan keagamaan juga dimanfaatkan untuk mengembangkan seni budaya seperti festival tari, teater maupun drama komedi agar bisa selalu tampil dan dikenal banyak kalangan muda.

“Silahkan manfaatkan dana tersebut untuk melestarikan budaya serta menumbuhkan minat kalangan muda agar turut berpartisipasi dalam perkembangan seni budaya,” ujar Sukamta.

Kamta juga menerangkan bahwa, Kabupaten Tala mempunyai adat budaya yang sangat beragam. Tidak hanya dari suku Banjar tetapi masih banyak budaya dari masyarakat pendatang, oleh karena itu dengan banyaknya keberagaman ini menambah kekayaan khasanah budaya yang ada di Tala. Sudah sepantasnya dimomen hari jadi ini dimeriahkan dengan budaya-budaya dari keberagaman suku yang ada.

“Tala dibangun dengan keberagaman suku bangsa dan budaya sehingga membuat pembangunan di Bumi Tuntung Pandang bisa lebih cepat lagi karena ditopang oleh kekuatan yang beranekaragam,” ucapnya.

Pada pagelaran wayang ini mendatangkan Sanggar Bima Cili Barikin dari Hulu Sungai Tengah dengan judul cerita Saimbara Kambang Jujuran yang dibawakan oleh dalang ternama di Kalimantan Selatan yaitu Taufik Rahmat Hidayat (Dalang Upik). Selain wayang, pada acara ini juga dimeriahkan pertunjukan teater oleh SP3 (Studi Penulisan, Pemeranan serta Pertunjukan) Bati-Bati dengan judul Parang Maya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here