Kalsel Kejar Target Peningkatan IKLH 2021

0
145

Banjarbaru – Pemerintah provinsi Kalsel melalui Dinas Lingkungan Hidup mengejar target peningkatan indeks kualitas lingkungan hidup (IKLH) pada tahun 2021. Sesuai RPJMD 2022 -2026, Pemprov Kalsel menargetkan nilai IKLH mencetak  angka 70,26.

Sebelumnya indeks kualitas lingkungan hidup di Kalimantan Selatan tahun 2020 mencapai angka 68,43 poin dan indeks di tahun 2019 sebanyak 61.94 poin. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) provinsi Kalimantan Selatan, Hanifah Dwi Nirwana, mengatakan sesuai arahan Gubernur Kalsel, upaya untuk meningkatkan IKLH 2021 mengedepankan upaya kolaborasi dan sinergi segenap SKPD, pemerintah kabupaten/kota serta stake holder terkait. “Berdasarkan catatan  pencapaian nilai IKLH Kalsel ditahun 2020 lalu bahkan melebihi target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yakni  sebesar 63,5,” ujar Hanifah, Selasa (7/12).

Hanifah memaparkan, untuk mencapai target tersebut tentunya bukanlah hal yang mudah karena banyak indeks yang harus diperhatikan, seperti indeks kualitas air, indeks kualitas udara, indeks kualitas tutupan lahan, serta indeks kualitas air laut. “Sejauh ini upaya Pemprov Kalsel melalui berbagai SKPD terus dilakukan guna mendukung peningkatan IKLH 2021, diantaranya dengan memberikan pembinaan kepada perusahaan – perusahaan guna memperhatikan aspek pelestarian lingkungan kemudian pengelolaan sampah dan limbah di berbagai kabupaten-kota maupun perusahaan,” terang Hanifah.

DLH Kalsel berupaya melakukan pembinaan dunia usaha yang berperan pada perubahan tapak atau lanskap seperti tambang, kelapa sawit, dan pengawasan industri untuk memastikan pengelolaan limbahnya.

DLH Kalsel juga telah memiliki UPT TPA Banjarbakula dalam pengelolaan sampah, melaksanakan program Adiwiyata di sekolah, program Sungai Martapura Bungas dan masih banyak lainnya.

“IKLH tak bisa dicapai sendiri karena ini pekerjaaan elaboratif yang melibatkan semua pihak seperti Dishut Kalsel yang melakukan penanaman melalui revolusi hijau untuk meningkatkan indeks kualitas tutupan hutan, sementara pemerintah kabupaten kota juga berperan meningkatkan kualitas tutupan lahan ,” kata Hanifah.

DLH Kalsel sendiri berperan menjaga supaya tak ada kebakaran lahan gambut.

Adapun kendala yang dihadapi adalah bencana hidrometeorologi akibat perubahan iklim yang kerap dihadapi Kalsel. “Dampak bencana itu tentu berpengaruh pada kualitas tutupan hutan dan lahan serta kualitas air dan udara yang menjadi parameter penilaian oleh Kementerian LHK atas indeks kualitas lingkungan hidup,” kata Hanifah. Ary

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here