MARTAPURA,- Kegiatan rapat koordinasi dilakukan guna menyamakan persepsi untuk langkah yang diambil oleh pimpinan tertinggi di kecamatan yaitu camat dan pihak terkait dalam antisipasi dan penanganan musibah banjir.

Hal tersebut dikatakan Bupati Banjar H. Saidi Mansyur yang diwakili Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjar Mursal saat membuka resmi Rakor Antisipasi dan Pengendalian Dampak Banjir, di  Aston Banua Hotel and Covention Center, Gambut, Rabu ( 15/12/21) pagi.

Dikatakan, intensitas hujan saat ini memang sudah meningkat, dan diharap  durasi hujan kedepan tidak terlalu lama,  karena jika durasi hujan cukup lama maka akan rawan berakibat banjir.

” Kepada masyarakat jika terjadi banjir agar tidak panik. Jika terjadi kemudian dokumen dan barang berharga agar disimpan di tempat yang tinggi dan aman,” imbau Mursal.

Lebih jauh dijelaskannya, kaji cepat banjir sangat bermanfaat untuk memetakan kerusakan lingkungan di suatu wilayah, termasuk lahan kritis mana yang perlu direboisasi atau diberi perlakuan yang berbeda. 

Misalnya dengan merubah kawasan kebun sayur menjadi lahan yang dapat dimanfaatkan untuk tanaman keras seperti kopi yang dampaknya cukup baik, karena mampu mengikat tanah sehingga bisa berfungsi sebagai pengendali banjir alami.

” Diperlukan stakeholder yang memahami pentingnya perubahan iklim secara komprehensif terkait cuaca dampak dari bencana hidrometereologi pada kehidupan masyarakat di Kabupaten Banjar.

” Periode La Nina (musim dingin) yang dimulai sejak awal November hingga akhir Februari 2022 sesuai dengan prediksi IKLIM dari Sistem Informasi LIHAI (Layanan Informasi Handal untuk manajemen Lingkungan) DLH Kabupaten Banjar,” tambah Mursal.

Kegiatan ini rencananya dilaksanakan selama dua hari 15-16 Desember yang di ikuti dari beberapa Dinas, Badan, Lembaga Iklim Nasional ( BMKG ), Polres Banjar, Kodim 1006 Banjar, serta beberapa camat yang wilayahnya termasuk rawan banjir.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here