Wagub Kalsel Ajak Beri Perhatian Khusus Kekerasan Terhadap Perempuan Dan Anak

0
84

Banjarmasin – Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin menekankan pentingnya kolaborasi segenap komponen memberikan perhatian lebih terhadap kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang masih terjadi saat ini.

Hal itu disampaikan Muhidin saat menghadiri Peringatan Hari Ibu (PHI) ke 93 tingkat provinsi ini, Sabtu (18/12) di Mahligai Pancasila Banjarmasin.

Menurut Muhidin tema PHI 2021, yakni “Perempuan Berdaya Indonesia Maju, sangat selaras dengan visi besar negara yakni Indonesia Maju.

PHI juga menjadi momentum dalam mendorong semua pemangku kepentingan agar memberikan perhatian lebih khususnya terhadap kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang masih terjadi saat ini.

Potensi besar dari kaum perempuan akan terhambat ketika masih dihadapkan pada permasalahan-permasalahan kekerasan baik di ranah privat maupun ranah publik.

Untuk itu, ditekankan wagub agar semua unsur masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan terlibat aktif dalam upaya pelaksanaan pengarusutamaan gender dalam pembangunan.

Perempuan Kalsel khususnya harus maju, mandiri, kreatif, inovatif, percaya diri, dan bersama kaum laki-laki dapat menjadi mitra yang sejajar sesuai dengan perannya masing-masing.

Ini untuk memastikan terwujudnya SDM unggul dan berdaya saing menuju indonesia maju.

PHI sesungguhnya adalah penghargaan bagi semua perempuan di Indonesia, dan menekankan pentingnya kerja nyata dan kerja kolaboratif dari semua pihak mendorong kemajuan perempuan Indonesia.

“Saya harapkan semangat untuk menggelorakan pembangunan kualitas sumber daya manusia akan terus dikumandangkan dan disikapi dengan kerja nyata untuk banua terdepan,” ujarnya.

Disebutkan juga, walaupun PHI tahun ini masih dibayangi oleh pandemi covid-19, tidak menyurutkan langkah untuk terus berkinerja demi terwujudnya pembangunan yang adil dan merata, khususnya bagi kaum perempuan, ibu-ibu yang melahirkan generasi penerus bangsa.

PHI dirayakan setiap tahunnya, sebagai bentuk penghargaan terhadap perempuan Indonesia atas peran, dedikasi dan serta kontribusinya bagi keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.

Kongres Perempuan pertama tahun 1928 menandai tonggak perjuangan perempuan indonesia, dalam mengambil peran di setiap derap pembangunan di Indonesia.

Perjalanan sejarah melatarbelakangi peringatan hari ibu dari awal ditetapkan hingga saat ini, memperlihatkan jejak perjuangan perempuan indonesia, yang telah menempuh perjalanan panjang, untuk mendorong perempuan indonesia menjadi perempuan yang berdaya, setara kedudukannya sehingga mampu berkontribusi terhadap pembangunan nasional.

Terlebih di saat pandemi seperti sekarang ini lanjut Muhidin, menunjukkan sisi lain perjuangan perempuan di Indonesia, yang ikut mencegah penyebaran covid-19.

Mulai dari membimbing keluarga saat berada di rumah, menjadi tulang punggung bagi keluarga, hingga yang berperan besar dalam penyembuhan covid-19 sebagai dokter maupun perawat di rumah sakit.

“Melihat peran besar ini, maka sangat disayangkan apabila perempuan masih harus menghadapi berbagai ketimpangan dan ketidaksetaraan peran dalam pembangunan,” ujarnya.

“Melalui peringatan hari ibu ke-93 ini, saya berharap agar pemberdayaan dan perlindungan, terhadap perempuan-perempuan Kalimantan selatan, terus diselenggarakan demi terwujudnya kualitas pembangunan manusia Kalsel yang berkualitas.

Warnai peringatan hari ibu dengan peran, kerja, dan karya nyata dari kaum perempuan, untuk bangsa dan Negara,” ujarnya lagi.

PHI selain diisi dengan seminar tentang perempuan, juga dilakukan penyerahan bantuan bagi anak-anak dari orang tua yang meninggal karena Covid-19, penyerahan hadiah bagi pemenang lomba Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat Berinovasi.

Di sela acara dilaksanakan Penyerahan penghargaan kepada Desa/Kelurahan Pengelola Industri Rumahan tahun 2021, dan penghargaan Pencegahan Perkawinan Anak Usia Dini. (Sal/Adpim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here