Tiga Sektor Perkebunan Fokus Kalsel Tahun 2022, Salah Satunya Kembangkan Tanaman Kopi

0
256

Banjarbaru – Tiga sektor perkebunan yaitu Kelapa Sawit, Karet dan Kopi menjadi fokus Pemprov Kalsel melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan pada tahun anggaran 2022. “Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang merata dan meningkatkan kesejahteraan pekebun, kita masih akan melanjutkan program pengembangan perkebunan di sektor sawit dan karet, selain itu kita juga akan kembangkan tanaman kopi,” kata Kadisbunnak Kalsel Drh Hj Suparmi didampingi Kabag Komunikasi Pimpinan Biro Adpim Kalsel Widi Gunawan, dalam sosialisasi kegiatan perkebunan dan peternakan Kalsel tahun 2022 di hadapan insan media, Kamis (30/12) di Kantor Disbunnak Kalsel Banjarbaru.

Untuk tanaman kopi merupakan target baru pengembangan perkebunan di Kalsel. 

“Rencananya ada dua jenis kopi yang akan kita kembangkan yaitu jenis Liberika dan Robusta,” kata Suparmi.

Untuk kopi liberika akan dikembangkan di lahan kering daerah Kabupaten Banjar dan beberapa daerah lainnya sementara jenis kopi robusta dikembangkan di wilayah lahan basah seperti Batola.

Namun pengembangan kelapa dalam juga masih menjadi perhatian oleh Disbunnak Kalsel. 

Sementara di sektor pembangunan kelapa sawit, ada tiga program masih akan dilanjutkan yaitu program peremajaan sawit rakyat yang pada tahun 2022 akan dilaksanakan di daerah penghasil sawit Kalsel yaitu Batola, Tanah Laut, Kotabaru, Tanah Bumbu dan Banjar. 

Pembangunan perkebunan sawit juga didukung peningkatan SDM perkebunan kelapa sawit serta peningkatan sarana dan prasarana perkebunan kelapa sawit. “Program  di bidang kelapa sawit ini tak menggunakan dana APBD melainkan dibiayai melalui BPDPKS (Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit) yang berada di bawah Kementerian Keuangan.

Sementara di sekitar perkebunan karet juga akan diteruskan program peremajaan karet rakyat melalui APBD Kalsel 2022. “Kita juga melanjutkan program ekstensifikasi dan diversifikasi perkebunan karet pada tahun 2022 nanti,” jelas Suparmi.

Salah satunya adalah peremajaan karet melalui pola Supradin (SistemUsaha Perkebunan Rakyat Diversifikasi Terintegrasi). “Tujuan program Supradin ini untuk memberikan pendaparan tambahan bagi pekebun sebelum tanaman menghasilkan maupun setelah tanaman menghasilkan,” terang Suparmi. Melalui Supradin tercipta tumpang sari ganda selama kebun karet tersebut  dibudidayakan sehingga tercipta perkebunan karet yang berkelanjutan. Ary

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here