Banjabaru – Pada Desember 2021, Kalimantan Selatan (Kalsel) mengalami inflasi sebesar 0,76 persen atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 108,67 pada November 2021 menjadi 109,49 poin.

“Inflasi di Kalsel pada Desember terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh hampir seluruh indeks kelompok pengeluaran, di antaranya, kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,15 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,68 persen, serta kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,44 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel, Yos Rusdiansyah, Banjarbaru, Senin (3/1/2022).

Yos menyebutkan, komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Desember 2021, antara lain cabai rawit, pepaya, cabai merah, cabai hijau, angkutan udara, terong, tutup kepala atau topi, ketimun, kacang panjang, dan tarif dokter gigi.

Sementara, komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi di Kalsel, antara lain angkutan udara, cabai rawit, pepaya, minyak goreng, bahan bakar rumah tangga, cabai merah, telur ayam ras, baju muslim wanita, dan terong.

“Jika dihitung berdasarkan tahun kalender, pada Desember 2021 Kalimantan Selatan mengalami inflasi sebesar 2,55 persen sedangkan tingkat inflasi tahun ke tahun (Desember 2021 terhadap Desember 2020) sebesar 2,55 persen,” kata Yos

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here