Banjarbaru – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) H Sahbirin Noor mengikuti Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana, di Command Center Setda Prov. Kalsel, Banjarbaru, Rabu (23/2/2022).

Secara daring rakor ini dibuka langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi) dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Rakor digelar, guna mengantisipasi risiko bencana agar tidak menjadi besar baik dalam jumlah korban maupun kerugian material.

Mengingat Indonesia termasuk 35 negara yang paling rawan risiko bencana di dunia. Termasuk ancaman Banjir dan kebakaran hutan dan Lahan (Karhutla) di Banua.

Usai rapat Gubernur Sahbirin Noor mengatakan, poin penting yang akan dilakukan Kalsel adalah upaya mengantisipasi ancaman bencana lebih dini.

“Yang sangat penting kata Pak Presiden adalah antisipasi. Saat terjadi bencana kita harus selalu siap,” ucap Gubernur.

Menurutnya, Pemprov Kalsel akan berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan langkah tersebut untuk melindungi masayarakat Kalsel.

“Dalam hal ini kita akan bekerjasama dengan rakyat, edukasi bagaimana cara yang baik ketika terjadi bencana, juga agar tidak membakar lahan. Kita juga terus lakukan pengerukan sungai-sungai untuk antisipasi banjir,” ujar Gubernur.

Menurut Data dan Informasi Bencana Indonesia (DIBI), sepanjang tahun 2021 terdapat 5.402 kejadian bencana yang terjadi dengan didominasi bencana hidrometeorologi.

Keseluruhan bencana itu telah mengakibatkan 728 jiwa meninggal dunia, 87 orang hilang, dan 7.630.692 jiwa menderita dan mengungsi.

Selain itu bencana tersebut juga telah berdampak pada 158.658 rumah rusak, 1.755 fasilitas pendidikan, 458 fasilitas kesehatan, dan 2.232 fasilitas peribadatan rusak akibat bencana yang terjadi.

Provinsi Jawa Barat menjadi provinsi paling banyak terjadi bencana dengan jumlah 1.358 kali kejadian yang disusul oleh Jawa Tengah, Jawa Timur, Aceh dan Kalimantan Selatan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here