Banjarmasin – Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan ( Disbunnak) Kalsel, Suparmi, mengatakan saat ini ada 31 perusahaan kelapa sawit di Kalsel telah bersertifikasi ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil)

“Dari 89 perusahaan kelapa sawit yang ada di Kalsel, sudah ada 31 perusahaan yang telah bersertifikasi, diharapkan semuanya dapat bersertifikat,” kata Suparmi, usai mendampingi Gubernur Kalsel saat penyerahan sertifikat ISPO kepada tiga anak perusahaan binaan PT EAS Group yaitu PT Adi Surya Cipta Lestari, PT Batulicin Agro Sentosa, PT Kodeco Agro Jaya Mandiri, Senin (21/3/2022).

Kewajiban memiliki sertifikat ISPO bukan hanya berlaku bagi Industri kelapa sawit tapi juga perkebunan sawit baik dikelola perusahaan maupun rakyat.

Hal ini sesuai visi dan misi pembangunan perkebunan pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan yang mendorong pembangunan kelapa sawit berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. “Sesuai arahan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor agar menjaga kualitas pengelolaan sawit serta ramah lingkungan. diharapkan kepada pelaku usaha perkebunan sawit lainnya dapat juga memiliki sertifikat ini agar sawit Kalsel memiliki daya saing yang kuat di pasar global,” kata Suparmi.

Terkait produksi Kelapa sawit Kalsel menurutnya terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Untuk tandon buah segar(TBS)  kelapa sawit produksi tahun 2021 sekitar 5,3 juta ton sementara produksi CPO (Crude Palm Oil) kisaran 1,5 juta ton. Ary 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here