BANJAR – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama dengan Pemprov Kalsel mengadakan dialog kebangsaan “Merawat Keberagaman Menangkal Radikal Terorisme Menuju Indonesia Harmoni” sekaligus meresmikan Warkopian Cafe sebagai Wadah Akur Rukun Usaha Nurani Gelorakan (Warung) NKRI, pada Selasa (22/3). 

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Pemerintahan Hukum dan Politik, Sulkan mengatakan, ancaman terbesar terorisme saat ini adalah menyasar kepada propaganda yang masif atas pandangan dan pola pikir masyarakat.

“Kelompok-kelompok ini dari hari ke hari masih ada dan harus kita waspadai. Propaganda mereka bukan lagi aksi kekerasan, melainkan untuk bergabung melaksanakan jihad. Dan target mereka yang sangat rentan adalah kepada kaum generasi muda,” ucapnya.

Hal lain yang patut diwaspadai dari gerakan terorisme, lanjutnya, adalah pengaruhnya yang dapat menginspirasi tindak kekeraran dan aksi terorisme dimanapun.

“Penggunaan agama sebagai ‘topeng’ perjuangan politik mereka telah berhasil memperdaya dan meracuni pikiran generasi muda baik dengan iming-iming surga, misi suci, materi maupun kegagahan di medan perang,” terangnya.

Kelompok ini juga dinilai cerdas dalam memanfaatkan kekuatan teknologi dan informasi, khususnya media sosial sebagai alat propaganda.

“Ini yang membuat anak muda dengan gampang terpengaruh akibat propaganda dan jejaring pertemanan di media sosial,” ungkapnya.

Dialog yang menghadirkan narasumber Kepala BNPT Boy Rafli Amar, Rektor Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB) Ahmad Khairuddin, serta tokoh agama Ahmad Noor Syarkawi, dilaksanakan guna menangkal paham radikalisme dan terorisme di provinsi ini.

“Kita berharap narasi yang kita bicarakan dalam dialog-dialog kita, itu bisa menjadi bagian dari penguatan terhadap nilai-nilai luhur bangsa kita, menghormati keberagaman, mengedepankan semangat persatuan, semangat bertoleransi, dan menjaga semangat kerukunan beragama,” kata Boy Rafli Amar.

Sedangkan kehadiran Warung NKRI yang terletak di perumahan Citraland, Banjar, ini dijelaskannya, bertujuan untuk menggiatkan dialog-dialog kebangsaan yang sarat akan nilai persatuan, toleransi, dan gotong royong.

Pesan kebangsaan dari dalam Warung NKRI ini diharapkan dapat menjalar ke seluruh lapisan masyarakat sehingga ideologi yang bertentangan dengan Pancasila dapat dibendung.

“Konsep warung adalah konsep yang diharapkan jadi tempat pertemuan, dalam kegiatannya dapat dititipkan pesan kebangsaan, kita bisa menyampaikan pesan kebangsaan ini dengan konsep yang sederhana,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here