Banjarmasin – Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor berkomitmen untuk memperjuangkan pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender.
Hal ini disampaikan Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor pada saat menghadiri pertemuan W20 di Hotel Rattan Inn Banjarmasin, Rabu (23/3).

“Saya beserta jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, berkomitmen agar pengarus utamaan gender menjadi prioritas dalam pembangunan kalsel.
Kami tidak hanya berkomitmen untuk menuangkan dalam dokumen perencanaan, tetapi juga telah melakukan berbagai program yang mendukung perempuan agar dapat berpartisipasi aktif dalam pembangunan,” ucapnya.

Paman Birin mengatakan, komitmen untuk mengedepankan pengarusu tamaan gender di Kalsel, semakin diperkuat dengan dipercayakannya Kalsel  sebagai penyelenggara W20  di Banjarmasin.

“Melalui kegiatan ini kami menyambut semua delegasi W20 untuk berdiskusi.
agar Indonesia bersama dunia dapat pulih bersama dan lebih menguatkan respon kesehatan dengan setara,” katanya.

Rapat pleno ketiga yang diselenggarakan di Kalimantan Selatan ini, diharapkan akan memberikan masukan penting dalam pengambilan keputusan saat pelaksanaan KTT (G20) di Bali nanti. Karena untuk pulih bersama, tidak boleh lagi ada kesenjangan gender dan ketidaksetaraan akses kesehatan.

Menurut Paman Birin, perempuan banua berperan besar dalam mendukung perekonomian keluarga, mulai dari bertani, menjadi perajin anyaman, menyadap karet, pedagang di pasar terapung, hingga bekerja di sektor swasta dan pemerintah.

Sejak dulu, kultur masyarakat kalsel memberikan ruang bagi perempuan, untuk berperan di berbagai sektor kehidupan.

Sementara itu, Chair Women20 Indonesia, Hadriani Uli Silalahi mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam rangka mendukung perempuan mencapai potensi mereka.

“Tentunya kami sangat mengapresiasi Pemprov Kalsel dalam mendukung kesetaraan gender,” ucapnya.

Dikatakanya, para perempuan di Kalsel mempunyai potensi untuk meningkatkan kesejahteraanya. “Kita melihat di sekitar venue banyak sekali UMKM yang memperlihatkan usaha perempuan dari kain sasirangan maupun produk makanan,Kita pasti bantu untuk mendorong ekonominya,” ucapnya.

Disisi lain, W20 Presidensi Indonesia ingin mendorong komitmen para pemimpin negara/pemerintahan untuk menempatkan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan sebagai pusat diskusi global terkait pemulihan ekonomi pasca Covid-19. Selain itu juga butuh komitmen untuk mengurangi diskriminasi terhadap perempuan untuk berpartipasi aktif dalam pemulihan masa pandemi Covid-19. (Syh/Adpim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here