Banjarbaru. -Pemerintah Provinsi Kalsel memastikan tiga sektor perkebunan dan peternakan menjadi super prioritas. Hal ini terungkap dalam Musrenbang (Musyawarah Rencana Pembangunan) Pertanian 2023 di Grand Dafam Q Hotel, Banjarbaru Senin (28/3/2022).

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor diwakili Sekdaprov Kalsel Roy Rizali Anwar hadir membuka kegiatan Musrenbangtan Kalsel 2023. Kegiatan juga dihadiri Ketua DPRD Kalsel Supian HK, akademisi Unlam, Kadisbunnak Kalsel drh Suparmi serta perwakilan Pemerintah Kabupaten/kota se Kalsel yang menangani sektor perkebunan dan peternakan.

“Sesuai arahan Gubernur Kalsel, kita sampaikan bahwa  tak perlu banyak sektor yang dikembangkan, cukup yang berpotensi dan memberikan berdampak pada perekonomian Kalsel yang jadi super prioritas yaitu Kelapa sawit, karet dan terbaru tanaman kopi,” kata Roy Rizali Anwar.

Kemudian pada sektor peternakan adalah ternak sapi potong, kambing dan itik alabio. “Masing-masing tiga sektor bidang perkebunan dan peternakan ini berpotensi dikembangkan guna memberikan dampak pada peningkatan perekonomian serta kesejahteraan para petani atau pekebun,” kata Roy.

Bagi pemerintah kabupaten kota dipersilakan untuk mengajukan kegiatan pada sektor prioritas perkebunan dan peternakan tersebut. “Namun hendaknya didanai dulu melalui APBD Kabupaten/kota sebagai bentuk keseriusan, kemudian kita siap membantu melalui APBD Provinsi Kalsel maupun dana APBN,” kata Roy.

Sekda mengaku tak ingin seperti pengalamannya menghadiri ekspor perdana sekaligus  terakhir komoditi Porang. “Jadi kembangkan saja yang betul-betul potensial dan bisa berlanjut,” katanya.

Sementara Ketua DPRD Kalsel Supian HK memastikan DPRD Kalsel akan mengawal pembangunan sektor perkebunan dan peternakan Kalsel baik melalui dukungan anggaran dan pengawasan. “Sesuai arahan Gubernur, kembangkan sektor yang menjadi prioritas, seperti perkebunan sawit dan karet serta pengembangan itik alabio pada peternakan,” katanya.

Kadisbunnak Kalsel mengatakan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor memberikan dukungan penuh dalam pembangunan sektor perkebunan dan peternakan yang menjadi andalan. “Dalam Musrenbangtan ini diharapkan dapat dirumuskan prioritas pembangunan perkebunan dan peternakan bersama kabupaten kota sehingga dapat berkolaborasi dan selaras,” katanya.

Untuk sektor kelapa sawit dan ternak sapi potong, Disbunnak Kalsel telah melaksanakan program Siskaku intip (sistem integrasi kelapa sawit sapi berbasis kemitraan usaha ternak inti plasma).  “Termasuk peremajaan sawit rakyat dalam rangka peningkatan produksi TBS dsn CPO Kalsel,” ujarnya.

Kemudian contohnya lainnya pengembangan plasma nutfah itik alabio, pengembangan UPPB (unit pengolahan dan pemasaran bokar) dalam rangka meningkatkan kesejahteraan petani karet. Ary 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here