Batulicin – Sebanyak 106 batang kayu berjenis Meranti dan Rimba Campuran berhasil diamankan satuan Polisi Hutan (polhut) Dinas Kehutanan dan Polhut Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kusan di Kecamatan Satui Kabupaten Tanah Bumbu, Kamis (19/5). Kayu tersebut diduga hasil dari kegiatan illegal logging dari kawasan hutan wilayah KPH Kusan yang coba disusupkan melalui jalur sungai.

Kegiatan pengamanan tersebut dilakukan setelah satu hari sebelumnya, Rabu (18/5) tim gabungan pengamanan hutan Dishut dan KPH Kusan melakukan penelusuran dan kegiatan patroli disepanjang alur sungai Satui menuju arah Jombang yang kemudian didapati kayu temuan berupa rakit-rakit.

Lantas, kayu bulat (log) yang berupa rakit tersebut kemudian ditarik menggunakan perahu kelotok  untuk diamankan sekaligus dievakuasi  ke daratan dengan  menggunakan mesin penarik (win). Selanjutnya barang bukti kayu bulat langsung dimuat ke atas truk untuk kemudian dibawa ke Banjarbaru, kantor Polhut Dinas Kehutanan yang terletak di Gang Petai.

“Mengingat situasi dan kondisi di lapangan yang kurang kondusif, serta banyaknya jumlah barang bukti, maka dari itu secepatnya juga akan kami bawa ke Banjarbaru (kantor polhut Dishut),” ucap Kepala Seksi Perlindungan Hutan KPH Kusan, Dawan. 

Barang bukti kayu temuan dengan total estimasi volume sebesar 40 meter kubik tersebut selanjutnya diangkut dengan menggunakan 8 buah dump truk untuk dibawa dan diamankan oleh tim ke Banjarbaru pada Jumat (20/5) pagi. Malam harinya, kayu tersebut sudah berada di kantor Polhut Dinas Kehutanan yang berada di Gang Petai Banjarbaru, untuk kemudian diukur dan diperiksa oleh petugas yang berwenang.

Kadishut Kalsel, Fathimatuzzahra mengatakan, seringnya dilaksanakan patroli rutin pengamanan hutan diharapkan mampu mengurangi tindak kejahatan illegal logging di wilayah kawasan hutan Kalimantan Selatan.(dende/Ary)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here