Mati Sebelum Mati Menurut Buya Arrazy

0
179

Banjar – Dr KH Arrazy Hasyim Lc MA.Hum atau yang kerap disapa Buya Arrazy kembali menyampaikan tausiyah atau kajian di Bumi Shalawat Desa Kiram Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar pada Selasa (14/6) malam. Kegiatan dihadiri para ulama, masyarakat dan ASN Pemprov Kalsel.

Dalam tausiahnya Buya Arrazy mengupas seputar bagaimana seseorang merindukan kematiannya.

Kematian ujarnya, menjadi pengingat agar seseorang tidak terdikte oleh kenikmatan dunia yang sementara dan para ulama tasawuf kerap memberikan nasihat selalu ingat terhadap kematian.

Bahkan, ada isitilah “Matilah Sebelum Mati”.

Buya Arrazy memberikan penjelasan, mati yang dimaksud adalah ketika seseorang sadar bahwa dia punya kehidupan lain, sadar ada kehidupan selanjutnya setelah kehidupan dunia.

“Kita diperintah untuk mati dari hawa nafsu, dari tabiat buruk, dari pengharapan pada selain Allah SWT.

Mematikan jiwa dari hal-hal tersebut akan membuat kita sadar atas fananya kehidupan dunia sekaligus bersiap untuk menghadapi kematian hakiki,” ujarnya.

Beberapa orang yang berzikir bisa merasa lebur dan hilang dalam zikirnya. Mereka putus hubungan dengan sekelilingnya dan hanya fokus pada Allah.

Seolah mati, tapi pezikir itu masih hidup. Mereka telah mati sebelum mati.

Kajian pun ditutup dengan shalawatan maulid habsyi Sekumpul dan diakhiri dengan doa oleh Buya Arazzy. (sal/adpim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here