Banjarmasin : Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Sabana Atmojo Martosumito mengatakan, akan mengedepankan Polri yang Presisi.

Yakni soal kasus dugaan kematian Subhan (31), yang diduga karena dianiaya oleh petugas.Ternyata disikapi dengan serius oleh Kepolisian setelah sepekan berjalan.

Pernyataan itu ditegaskan, ke sejumlah awak media saat ditemui di markasnya, Jumat (17/6/2022).

“Kita transparansi sesuai dengan Polri Presisi, semua personel diserahkan ke Propam Polresta Banjarmasin untuk diperiksa, Itwasda dan tim gabungan Propam Polda Kalsel,” katanya.

Bahkan menurut Sabana, tim dari mabes Polri juga sudah datang untuk membantu melakukan pemeriksaan soal kasus ini.

“Mereka dilakukan pemeriksaan dan menelusuri ada salah atau tidaknya, dan apakah SOP yang dilakukan personel kami sudah benar, kami tidak mengintervensi,” ucapnya.

Sabana menegaskan untuk penanganan kasus ini, semuanya masih dalam proses pemeriksaan.

“Soal pihak keluarga dilakukan pemeriksaan oleh propam itu wewenang Propam, untuk melakukan penyelidikan,” tegasnya.

Dia pun, mengaku secara pribadi ia telah bertandang kembali menemui istri dan keluarga almarhum, untuk hal tali asih.

“Murni dari niat hati saya, untuk memberikan tali asih, untuk bersilarurahmi dan keluarga menyambut haru kedatangan kami. Tetapi tidak ada maksud kami datang untuk meminta keringanan atau apa, dan tali asih itu murni untuk bersedekah untuk keluarga korban,” tutur Sabana. Diy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here