Pembalakan Liar Marak Di Tahura Sultan Adam, Satwa Buas Bakal Dilepasliarkan

0
1306

Banjarbaru – Kegiatan pembalakan liar di kawasan Tahura Sultan Adam dinilai sudah meresahkan. Hal ini diungkap oleh Pantja Satata selaku Kabid PKSDAE (Perlindungan Konservasi Sumber daya alam dan ekosistem) Dinas Kehutanan Kalsel, baru baru tadi.

“Akibatnya Tahura Sultan Adam mengalami kerusakan dan perubahan vegetasi yang disebabkan oleh kegiatan penebangan pohon liar, perambahan, penambangan, kebakaran serta bencana alam,” beber Pantja.

Menurutnya untuk mengurangi kerusakan dikawasan konservasi Tahura Sultan Adam pihaknya mewacanakan melakukan kegiatan pelepasliaran satwa dan menyampaikan kepada masyarakat bahwasannya di kawasan tersebut ada blok pelepasliaran satwa yang dilindungi maupun yang tidak dilindungi baik itu satwa yang agak buas maupun tidak buas.

“Nanti bisa disampaikan plang peringatan/pemberitahuan agar masyarakat yang ingin dan berniat mengganggu Kawasan konservasi tersebut tidak jadi mengganggu areal tersebut serta dapat memperbaiki ekosistem di Tahura Sultan Adam,” ujarnya.

Tahura SA yang memiliki luas 113.716 ha yang mencakup dua Kabupaten, yaitu Kab Banjar dan Tanah Laut, terbagi dalam 7 blok pengelolaan yaitu Blok Pemanfaatan, Blok Tradisional, Blok Religi, Blok perlindungan, blok khusus, blok koleksi dan Blok Rehabilitasi.

Sebelumnya Kadishut Kalsel, Fathimatuzzahra mengatakan pihaknya berjanji akan terus meningkatkan kegiatan partoli dan pengawasan seiring seringnya ditemukan tindak kegiatan illegal logging dalam satu minggu terakhir ini dari berbagai wilayah di Kalimantan Selatan. 

“Kami akan berusaha untuk terus meningkatkan kegiatan partoli dan pengawasan hutan di Kalsel guna mengurangi tindak kegiatan illegal logging dan kerusakan hutan,” ucap Fathimatuzzahra.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here