Ungkap 20 Kasus Narkoba Di 2022, BNNP Kalsel Minta Masyarakat Tak Takut Beri Info

0
110

Jejakbanua.com, Banjarmasin – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalsel dan jajaran BNN Kabupaten/kota berhasil mengungkap 20 kasus terkait peredaran dan penyalahgunaan narkotika di Banua.

Ungkapan Kasus pada bulan Januari hingga Juni 2022 atau semester pertama tahun ini digelar, di Halaman BNNP Kalsel , Kamis (14/7/2022) pagi.

Kepala BNNP Kalsel, Brigjen Pol Jackson Lapalonga, memgatakan, pihaknya mengamankan 34 orang tersangka dengan barang bukti total sebanyak 1.418,81 gram sabu,115 butir Esktasy dan 807 gram ganja.

Selain menyita narkotika dari para tersangka, BNNP Kalsel juga turut menyita sejumlah barang bukti yang diduga terkait dengan peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika.

“Kita amankan total uang sebesar Rp 40.418.000, 4 unit sepeda motor, 2 unit mobil dan 24 unit handphone dari para tersangka,” Katanya.

Sejauh ini baru 18 berkas perkara yang telah diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum, 13 berkas dinyatakan telah P21 dan 5 berkas perkara dinyatakan belum lengkap. Sedangkan 3 berkas perkara lain masih dalam tahap penyidikan.

Dalam kegiatan jumpa pers tersebut BNNP Kalsel juga menghadirkan dua orang tersangka, MI dan NA. Meski diamankan di waktu yang berbeda, ujar Jackson keduanya diamankan saat sama-sama membawa narkotika jenis sabu melalui jalur Batulicin-Banjarmasin.

“NA membawa 197 gram dan MI membawa 407,2 gram sabu. Keduanya bertindak sebagai kurir. Kita duga barang tersebut di masukan dari wilayah Kaltim melalui Batulicin yang kemudian di bawa ke Banjarmasin,” jelasnya.

Sedangkan untuk ganja kering, disebutkannya narkotika jenis tanaman tersebut diduga dimasukan dari Medan dengan menggunakan ekspedisi. Namun berkat penyelidikan yang dilakukan oleh anggotanya, ganja tersebut berhasil digagalkan beredar di Banjarmasin.

“Kita juga telah amankan si penerima barang yang berinisial A,” sambungnya.

Diakuinya kendala yang dihadapi pihaknya ialah kesulitan untuk menciduk pengendali atau pemilik barang haram tersebut. Karena sejauh ini ujarnya antara para kurir dan pemilik barang tidak saling kenal.

Disaat bersamaan BNNP Kalsel juga melakukan pemusnahan barang bukti berupa 807 gram ganja kering dan 605,2 gram sabu-sabu dengan cara diblender yang kemudian dibuang ke safety tank.

Dijelaskan Jackson, pihaknya tidak mau berlama-lama menyimpan barang-barang haram tersebut agar tidak terjadi penyalahgunaan. Barang bukti tersebut hanya akan diambil sedikit untuk digunakan sebagai alat bukti di persidangan

Ke depan ia berharap masyarakat dapat membantu pihaknya dalam memberantas peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika dengan memberikan informasi terkait itu.

Ia menjamin kerahasiaan identitas pelapor, sehingga masyarakat tidak perlu takut untuk memberikan informasi.

“Agar kita dapat mengeliminir peredaran maupun mengurangi suplai yang masuk ke Kalimantan Selatan,” pungkasnya. (DKM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here