Gelapkan Motor Dengan Modus Tawarkan Pekerjaan

0
352

Jejakbanua.com, Banjarmasin – Satreskrim Polresta Banjarmasin, mengungkap kasus penggelapan sepeda motor. Ungkap kasus ini digelar di Mapolresta Banjarmasin, Senin (18/7/2022) siang.

Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Sabana Atmojo Martosumito, mengatakan, pihaknya mengamankan dua orang tersangka.

Pertama berinisial IG (23), warga Jalan Pematang, Komplek Pematang Indah Permai, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar sebagai aktor pencurian.

Kedua, MR (42), warga jalan Swadaya, Desa Kurau Kab Tanah Laut sebagai penadah, sekaligus tempat disimpannya motor curian.

“Keduanya diamankan Selasa (7/6/2022) lalu. Sebanyak 7 unit motor curian sebagai barang bukti, 6 unit diantaranya, diamankan di rumah penadah di Desa Kurau,” kata Kapolres di dampingi Kasat Reskrim Kompol Thomas Afrian.

Dalam beraksi, tersangka IG mengunakan modus menipu korbannya, dengan berpura-pura menawarkan pekerjaan. Setelah itu motor korban dipinjam oleh tersangka dan langsung dibawa kabur.

“Terungkapnya kasus ini, berawal, dari IG yang beraksi di kawasan Jalan A Yani km 5 Banjarmasin, tepatnya di depan Showroom Anugerah, Pemurus Dalam, Kecamatan Banjarmasin Timur, Jumat (6/5/2022) silam. Korban saat itu ditawari IG pekerjaan, setelah mengobrol, tersangka ini pura-pura mau membeli rokok dan meminjam motor korbannya,” terang Sabana.

IG kemudian melarikan motor itu dan menjual kepada MA sebesar Rp 4 juta.

Dari hasil penyidikan, terkuak barang tadahan yang diamankan dari MA adalah dari pelaku lainnya yang belum sempat ia jual.

Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, terhadap nomor mesin dan juga nomor rangka aparat penyidik juga menemukan fakta bahwa IG adalah tersangka yang juga ada laporan kasus kehilangan di beberapa tempat yang lainnya.

Laporannya masuk ke Polsek Banjarmasin Utara, Banjarmasin Timur, Kertak Hanyar Kabupaten Banjar, dan lainnya.

Kasus ini terus didalami, Polisi mencocokkan nomor mesin serta laporan para korban di sejumlah Polsek.

“Jadi nanti kita akan menghubungi para korban yang merupakan pemilik kendaraan-kendaraan tersebut, untuk membuat laporan dan mengambil kendaraannya,” papar Kapolresta.

Keduanya kini terncam pasal 362, pasal 372, dan pasal 480 KUHPidana, dengan ancaman maksimal 5 Tahun penjara. (Dkm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here