BANJARBARU – Torehan prestasi membanggaakan berhasil dibuat atlet Kalimantan Selatan, Putri Maulina di ajang ASEAN Para Games ke-11 yang berlangsung di Solo, Jawa Tengah, pada 2-7 Agustus 2022.

Atlet pendatang baru asal Banua ini sukses menyabet satu medali perunggu di cabang Atletik nomor lempar Cakram Klasifikasi F-42/43/44. Poin lemparannya mampu mengungguli peserta asal Brunei Darussalam serta Vietnam.

“Alhamdulillah bisa dapat perunggu, ini medali pertama saya turun di asean para games,” ucap Putri, Senin (8/8) lalu.

Catatan manis yang didapat ini diakui remaja berusia 17 tahun, tidak lepas dari dukungan banyak pihak kepada dirinya. Termasuk PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) yang sudah memberikan kaki palsu, sebagai penunjang saat bertanding. Sebab Putri bertarung dengan klasifikasi berdiri.

“Bersyukur dapat kaki palsu dari PLN jadi saya bisa ikut bertanding tanpa harus menggunakan tongkat,” pungkasnya.

Menurut wanita berkaki satu ini, kaki palsu yang digunakannya tersebut mampu menstabilkan dan membuat kokoh setiap gerakannya.

“Kaki palsunya cukup nyaman dipakai, karena masih baru jadi belum terbiasa saja. Yang jelas saya sangat terbantu sekali,” ujar Putri.

Kaki palsu pemberian Perusahaan plat merah penyuplai listrik itu, juga digunakan atlet Kalsel peraih tiga medali perak ASEAN Para games, Seriwati Kamariah. “Saya ucapkan terima kasih kepada PLN,” singkatnya.

Bantuan untuk atlet penyandang disabilitas Bumi Lambung Mangkurat ini, setelah adanya usulan dari pihak National Paralympic Commite Indonesia (NPCI) Provinsi Kalimantan Selatan.

“Usulan kami disetujui dan dibantu dan dialokasikan untuk beli 3 kursi roda dan biaya pembuatan 2 pasang kaki palsu. Semoga kedepannya bantuan Dana CSR PLN UIP KLT menjadi percontohan agar lebih peduli kepada Para Atlet yang masih membutuhkan,” kata Wakil Ketua NPCI Kalsel, Rd.Berni Munkar di kantornya.

PT PLN (Persero) akan turut berpartisipasi dalam pengembangan dan pemberdayaan masyarakat, salah satunya untuk masyarakat dengan keterbatasan gerak atau disabilitas. Memberikan kesempatan kepada teman-teman disabilitas untuk meningkatkan kemampuan dan prestasi.

“Dengan bantuan yang diberikan, baik sarana dan prasarana gerak ataupun peningkatan kompetensi seperti pelatihan-pelatihan diharapkan dapat membantu teman-teman disabilitas untuk lebih berkembang lagi,” tutup Basuki Rahman, Senior Manager Perizinan, Pertanahan dan Komunikasi PLN UIP KLT.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here