46 Persen Kebutuhan Daging Sapi Kalsel Dipasok Dari Luar

0
172

Jejakbanua.com, Banjarmasin – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mendorong, program sistem integrasi kelapa sawit-sapi potong di tingkat perusahaan/inti dan sistem integrasi kelapa sawit – sapi potong berbasis kemitraan usaha ternak inti-plasma (Siska Kuintip) agar dilaksanakan oleh Perusahaan besar perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Selatan.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, saat acara Sarasehan Pemprov Kalsel dengan perusahaan perkebunan besar swasta (PBS) se Kalimantan, di Banjarmasin, Senin (22/8/2022).

Gubernur mengatakan kebutuhan daging sapi di kalsel tahun 2022 sebesar 6,9 juta kilogram atau setara 52.000 ekor. Sedangkan ketersediaan sapi siap potong lokal baru sebanyak 27.000 ekor.

Sehingga masih kekurangan sekitar 25.000 ekor atau 46 persen dipenuhi dari luar daerah Kalsel.

Kondisi, inilah, menurut Sahbirin merupakan potensi pasar dan peluang yang sangat bagus untuk dioptimalkan.

“Kedepan, saya minta kepada semua perusahaan besar perkebunan kelapa sawit melaksanakan program Siska Ku Intip,” ucap Gubernur.

Sementara dikatakan, Kepala Disbunak Kalsel, saat dari 49 perusahan kelapa sawit yang tergabung dalam GAPKI Kalsel, sudah ada 7 yang mengaplikasikan Siska Ku Intip.

“Kita harapkan dari program ini, tercipta kluster-kluster Siska Ku Intip, setiap kluster 1000 ekor sapi,” jelasnya.

Dalam penyampaiannya, Gubernur Kalsel juga Optimis, dengan kolaborasi pemerintah pusat dan daerah, pengusaha kelapa sawit dan masyarakat pekebun dan peternak, maka kita akan sukses dalam mewujudkan perkebunan yang berkelanjutan, sekaligus siap sedia dalam menjadikan kalsel sebagai penyangga pangan Ibu Kota Negara baru.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here