Jejakbanua.com, Banjarmasin – Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI Dr Hc Hasto Wardoyo memberikan apresiasi kepada masyarakat Kalimantan Selatan atas kesadaran ikut program KB. “Persentase  keikutsertaan warga  Kalsel ikut KB cukup tinggi bahkan lebih tinggi dari nasional,” kata Hasto Wardoyo, usai membuka Rakor Pencanangan Pelayanan KB Bersama Mitra PKK, TNI dan IBI Kalsel tahun 2022, di Galaxy Hotel Banjarmasin, Selasa (6/9/2022).

Dia mengungkapkan, pasangan subur di Provinsi Kalsel mengikuti program Keluarga Berencana (KB) mencapai 68 persen, sementara nasional itu baru 57 persen.

Kebanyakan program KB yang diikuti pasangan perempuan, namun untuk pasangan pria atau suami, di bawah 5 persen di Provinsi Kalimantan Selatan ini.

“Tapi ini menyeluruh juga secara nasional masih di bawah 5 persen,” ujar Hasto.

Dia pun mengapresiasi program KB di salah satu kabupaten di Kalsel, yakni, Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang meraih juara 1 nasional kategori kelompok target pelayanan KB 500–1.500 akseptor.

Kemudian, Kodim 1001/Amuntai, Hulu Sungai Utara sebagai Komando Distrik Militer (Kodim) Terbaik atas kontribusinya dalam peningkatan kesertaan KB pada pelayanan kegiatan KB dan kesehatan reproduksi tahun 2021.

“Ini menunjukkan kemitraan untuk memajukan program KB di provinsi ini sangat baik, sehingga persentasenya cukup tinggi dari nasional,” tuturnya.

Namun terkait angka Stunting Kalsel, Hasto mengingatkan kasus stunting atau gagal tumbuh pada anak balita juga cukup tinggi khususnya di 5 kabupaten/kota yaitu Banjar, Tapin, Batola, Balangan dan Tanah Laut.

 “ Ini saya kira terkait sosialisasi asupan gizi dan pola makan penyebabnya, sehingga harus menjadi perhatian bersama,” kata Hasto.

Sementara Sekda Kalsel Roy Rizali Anwar mengingatkan  komitmen bersama untuk pencegahan stunting 

“Arahan Gubernur Kalsel, target penurunan stunting Kalsel tahun 2024 hingga sebesar 14 persen dapat dicapai,” kata Roy.

Melalui Pencanangan Pelayanan KB Bermitra PKK, TNI dan IBI diharapkan dapat melakukan program kerja strategis yang mendukung program kerja pemerintah khususnya terkait pelayanan KB di fasilitas kesehatan.

“lakukan pendekatan yang baik agar masyarakat mau berpartisipasi dalam program KB sekaligu menurunkan angka Stunting,” kata Roy. Ary

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here