Senin, Juli 15, 2024
BerandaHukumGelombang Pasang dan Banjir Rob Terjang Pesisir Tanah Bumbu dan Kotabaru

Gelombang Pasang dan Banjir Rob Terjang Pesisir Tanah Bumbu dan Kotabaru

Jejakbanua.com, Tanah Bumbu – Sejumlah wilayah pesisir  di Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru Provinsi Kalsel diterjang bencana banjir rob dan  gelombang pasang air laut atau badai dalam tiga hari terakhir sejak Sabtu (24/12/2022) hingga Senin (26/12/2022).

Berdasarkan data dilansir Tagana Kalsel, sebanyak 630 rumah yang dihuni 2194 kepala keluarga terdampak akibat bencana tersebut.

Banjir terjadi di Kotabaru terjadi di tiga desa yakni Tapian Balai, Lontar Utara dan Lontar Selatan.

“Banjir di Kotabaru akibat curah hujan tinggi sehingga air sungai meluap dan menggenangi rumah warga di tiga desa,” kata Kabid Linjamsos Dinsos Kalsel H Achmadi.

Banjir rob juga melanda wilayah pesisir Kecamatan Satui yaitu di Desa Satui Barat, Setarap dan Sungai Cuka pada Senin (26/12/2022).

“Akibat kejadian ini ratusan  kepala keluarga di tiga desa tersebut mengungsi ke tempat pengungsian yang telah disediakan maupun ke keluarga masing – masing,” kata Achmadi.

Salah satu lokasi pengungsian adalah di Gedung Serbaguna Desa Al Kautsar yang menampung 228 jiwa pengungsi dari Desa Setarap.

Sementara gelombang pasang air laut akibat badai terjadi di 5 desa pesisir Kecamatan Pulau Laut Tanjung Selayar Kotabaru seperti di Teluk Tamiyang, Tanjung Kunyit, Gosong Panjang, Kampung Baru,  dan Tanjung Tengah.

Kejadian gelombang pasang pada tanggal 24 dan 25 Desember 2022 yang mengakibatkan 34 rumah terdampak.

“Bencana di dua kabupaten yaitu  Tanah Bumbu dan Kotabaru dalam tiga hari terakhir sebanyak 630 rumah terdampak,” kata Achmadi.

Achmadi mengatakan pihak Tagana Dinsos Kalsel saat inj sedang mempersiapkan bantuan logistik untuk bantuan tanggap darurat kepada korban bencana di dua kabupaten tersebut. Ia juga mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir agar waspada akan bencana hidrometeorologi. “Saat ini puncak musim penghujan, masyarakat di wilayah rawan bencana seperti banjir, angin puting beliung, longsor hingga banjir rob agar selalu waspada,” pungkas Achmadi. Ary

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments