Pasca Pandemi, ASITA Kalsel Optimis Pariwisata Banua Berkembang  

0
477

Jejakbanua.com, Banjar – Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA)  Kalsel atau Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia mengelar HUT yang ke 52 sekaligus kegiatan out bound di Kiram Park Kabupaten Banjar, Sabtu (7/1/2023). 

Kegiatan HUT ke 52 ASITA ini mengambil tema “Membangun pariwisata yang kokoh dan berkelanjutan”.

Ketua ASITA Kalsel Hj Dewi Restina mengungkapkan saat ini ada 270 perusahan tur dan travel di Kalsel. Pasca pandemi Covid 19 yang membuat dunia usaha  lesu, Dewi optimis depannya pariwisata Kalsel lebih maju dan berkembang.

“Program ke depan kita akan melaksanakan travel fair dan lebih memperkenalkan wisata di Kalsel agar potensi Kalsel lebih dikenal,” ungkap Ketua ASITA Kalsel periode 2022 – 2027 ini.

Untuk itu ia berharap lebih ditingkatkan lagi kolaborasi dan sinergi dengan berbagai pihak khususnya dengan pemerintah provinsi maupun kabupaten kota.

“Dengan sinergi kita yakin Kalsel lebih maju dunia pariwisatanya,” kata Dewi.

Apalagi saat ini PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan Masyarakat) telah dihapus, hal ini justru cukup memggembirakan. “Karena kini penerbangan lebih leluasa tanpa banyak peraturan, sehingga kita mudah menawarkan paket wisata,” ujarnya.

Dewi mencontohkan pariwisata Kalsel berpotensi yaitu Tahura Sultan Adam dan wisata religi berupa ziarah ke Makam Datu Kalampayan dan Guru Sekumpul.

Sementara Gubernur Kalsel Sahbirin Noor melalui staf ahli bidang Pemerintahan, politik dan hukum, mendukung berkembangnya pariwisata Kalsel. “Pemprov Kalsel terus berupaya meningkatkan kualitas pariwisata baik akses, infrastruktur dan pemasaran tetapi, langkah tersebut tidak akan maksimal tanpa strategi branding untuk memperkenalkan destinasi wisata,” kata Gubernur Kalsel.

Untuk itu, Pemprov Kalsel membutuhkan peran aktif asita untuk mengelola image/citra pariwisata, agar lebih dikenal keunikannya, dan melekat di benak calon wisatawan.

“saya mendorong kolaborasi agensi pariwisata dengan pemerintah daerah. seyogyanya agensi pariwisata dan pemerintah daerah dapat saling bekerja sama untuk mengangkat nama objek  wisata, dan menggaet wisatawan domestik maupun mancanegara,” kata Paman Birin. Ary

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini