Kamis, Juni 13, 2024
BerandaEkonomi & BisnisInvestasi Asing (PMA) di Kalsel Dominan Sektor Tambang

Investasi Asing (PMA) di Kalsel Dominan Sektor Tambang

Jejakbanua.com, Banjarbaru – Sektor pertambangan masih mendominasi penanaman modal asing (PMA) di Kalimantan Selatan sepanjang tahun 2022 lalu. Hal ini terungkap dalam rilis Pemprov Kalsel yang disampaikan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalsel Endri baru baru tadi.

Investasi asing, ungkap dia, kebanyakan pada sektor pertambangan dengan nilai Rp381,7 miliar, kemudian sektor tanaman pangan, perkebunan dan peternakan Rp225,9 miliar.
 
“Selanjutnya pada sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya Rp156,5 miliar,” ujarnya.

Sepanjang tahun 2022 nilai asing di Kalsel tercatat mencapai Rp836,75 miliar.
 
Diharapkan akan bisa naik lagi pada tahun 2023 ini. DPMPTSP Kalsel optimis nilai PMA bisa ditingkatkan lagi khususnya di sektor terbarukan atau non tambang.
 
Adapun negara asing yang sudah menanamkan modalnya pada tahun 2022 didominasi Singapura, Australia, Hongkong, Malaysia, India, Thailand British Virgin Island.
 
Endri pun menyampaikan, dominasi investasi asing di Kalsel ini didominasi pada tiga daerah, yakni, di Kabupaten Tanah Bumbu, Kabupaten Tabalong dan Kabupaten Balangan dengan sebanyak 83 PMA.
 
“Terbanyak di Tanah Bumbu dengan nilai PMA sebesar Rp398,6 miliar, selanjutnya di Tabalong Rp129,1 miliar dan Balangan Rp98 miliar,” ujar Endri.
 
Sementara untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih lebih tinggi dari PMA di provinsi ini, yakni, lebih tiga kali lipatnya.
 
“Nilai PMDN di Kalsel pada tahun 2022 sebesar Rp3,88 triliun,” ujarnya.
 
Endri menyebutkan, ada sebanyak 701 PMDN masuk di Kalsel dengan nilai hampir Rp4 triliun tersebut, tertinggi pada sektor pertambangan.
 
Investasi di bidang pertambangan batu bara di Kalsel ini masih terbesar yakni, Rp1,37 triliun.
 
Selanjutnya, kata dia, investasi di bidang energi kelistrikan, gas dan air mencapai Rp1,18 triliun, tanaman pangan, perkebunan dan peternakan Rp368,4 miliar,” paparnya.
 
Daerah tujuan investasi dari investasi dalam negeri ini tetap pada Kabupaten Tabalong, Tanah Bumbu dan Kota Banjarmasin.

“Kita terus berikan kemudahan berinvestasi di provinsi ini, sebagai upaya untuk meningkatkan peluang kerja dan perekonomian daerah,” ujarnya. Ary

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments