Sabtu, Mei 25, 2024
BerandaHumanioraHaul Syekh Samman, Gurunya Datu Kalampayan

Haul Syekh Samman, Gurunya Datu Kalampayan

Jejakbanua.com, MARTAPURA,- Pembacaan surat Yasin dan syair Burdah yang dipimpin oleh Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam Martapura KH Hasanuddin bin KH Badruddin mengawali peringatan haul Syekh Muhammad bin Abdul Karim As Samman Al Madani, di TPA Ar Rahmah, Sekumpul Martapura, Kabupaten Banjar Rabu (21/6/2023) malam.

Turut hadir Wakil Bupati Banjar Habib Idrus Al Habsyie beserta Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ikhwansyah, para ulama dan habaib, tokoh masyarakat dan sejumlah undangan.

Selain sampaikan terima kasih kepada panitia atas undangan yang diberikan kepada dirinya, Wakil Bupati Banjar Habib Idrus Al Habsyie juga mendoakan jemaah agar mendapatkan keberkahan dan banua Kalimantan Selatan dijauhkan dari segala musibah dan bencana.

Dikatakan Habib Idrus, sosok Syekh Samman adalah seorang waliyullah yang banyak memiliki keramat, punya murid kesayangan yakni Syekh Muhammad Arsyad Al Banjary atau Datu Kalampayan dari Kalimantan Selatan yang telah menyebarkan Tarekat Sammaniyah kepada murid dan keturunannya.

Di Kabupaten Banjar telah tersebar ajaran Tarekat Sammaniyah yang dibawa oleh Datu Kalampayan dan di masyhurkan oleh Guru Sekumpul sehingga bisa dikenal dan diamalkan dalam kehidupan sehari hari.

” Semoga yang mengikuti haul dapat keberkahan dan wilayah Kalsel pada umumnya terhindar dari bala dan musibah berkah Syekh Samman,” harapnya.

Sementara itu dalam manaqib Syekh Samman Al Madani yang dibacakan oleh KH Mu’adz Hamid asal Pesayangan, bahwa Syekh Muhammad Samman lahir di Madinah tahun 1130 H/1718 M. Merupakan keturunan Nabi Muhammad SAW dari jalur imam Hasan bin Ali bin Abu Talib. Di Madinah beliau menjadi juru kunci makam Rasulullah dan mengajar di Madrasah Sanjariyah yang banyak didatangi murid dari jauh. Murid-murid beliau yang menjadi ulama tersohor di Indonesia antara lain Syekh Muhammad Arsyad Al Banjary masyhur dengan kitab fiqih Sabilal Muhtadin, Syekh Abdul Wahab Bugis, Syekh Abdurrahman Al Misry serta Syekh Abdus Shomad Al Falimbani yang masyhur dengan kitab tasawuf Hidayatus Salikin.

Baca Juga: Hadapi Grand Final, 8 Finalis Naga Dikarantina

Beliau wafat pada 2 Zulhijjah 1189 H / 23 Januari 1776 M pada usia 57 tahun. Dimakamkan di pekuburan Baqi berdekatan dengan kuburan para sahabat dan istri-istri Rasulullah SAW.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments