Selasa, Mei 21, 2024
BerandaHumanioraLegenda Gunung Pamaton, Tahta Gaib Pangeran Suryanata

Legenda Gunung Pamaton, Tahta Gaib Pangeran Suryanata

 

Jejakbanua.com, Banjar – Monumen Legenda Pangeran Suryanata di Gunung Pamaton masuk menjadi satu dari 54 situs Geopark Meratus di rute Selatan. Berlokasi  di Desa Kiram, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar. Lokasinya tersusun batuan piroksenit yang merupakan bagian dari Kelompok Batuan Ultrabasa berumur 180-152 juta tahun yang lalu (Jura Tengah).

Gunung Pamaton yang termasuk kawasan Tahura Sultan Adam  merupakan tempat bersejarah dalam perang Banjar sekaligus dianggap sakral bagi sebagian masyarakat Banjar.

Gunung Pamaton  dipercaya merupakan pintu masuk ke alam gaib yang diberi nama Pintu Gerbang Kerajaan Banjar  di alam gaib yang diperintah oleh Maharaja Pangeran Suryanata dan Putri Junjung Buih. 

Dipercaya, lokasi Gunung Pamaton inilah sebagai tempat raibnya sang Pangeran Suryanata dari alam wujud ke alam gaib. Pangeran Suryanata di alam nyata adalah  seorang raja pertama Kerajaan Nagara Dipa sekaligus raja termasyhur .

Dipercaya ia bersama istrinya, Putri Junjung Buih tidak mati melainkan hanya pindah alam. Salah satu tempat yang dipercaya berkumpulnya para tokoh kerajaan masa silam di alam gaib adalah Gunung Pamaton.

Ada kepercayaan masa lalu di kalangan masyarakat bahwa para tokoh kerajaan maupun tokoh masyarakat sebenarnya tidak mati melainkan hanya pindah alam.

Monumen legenda Pangeran Suryanata inilah menjadi salah satu alasan ditetapkan sebagai situs Geopark Meratus.

Sejak zaman dahulu gunung Pamaton kerap dijadikan tempat tirakat atau bertapa oleh siapapun yang ingin mencari harta, ilmu dan kesaktian/kedikdayaan.

Secara sejarah, Gunung atau bukit  Pamaton disebut  juga sebagai tanda batas wilayah Kasultanan Banjar dan wilayah kekuasaan Belanda dalam kontrak perjanjian tanggal 4 Mei 1826. Bahkan Gunung Pamaton juga dijadikan sebagai tempat basis perjuangan pada Perang Banjar. Gunung ini jadi benteng perlawanan dan tempat pertempuran pejuang Banjar melawan kolonial Belanda. 

Karena itulah pada  bulan Muharram 1433 H atau sekitar tahun 2011 Masehi, dibuatkan prasasti oleh  Sultan Khairul Saleh yang dapat menjadi media informasi bagi pengunjung. Ary

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments