Minggu, Mei 19, 2024
BerandaHumanioraBPBD Kalsel Padamkan Ribuan Hektar Karhutla di 2023

BPBD Kalsel Padamkan Ribuan Hektar Karhutla di 2023

Jejakbanua.com, Banjarbaru – Dengan dukungan penuh dari Gubernur Kalsel Paman Birin, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan (Kalsel) berhasil memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 5.554 hektar sepanjang tahun 2023.

Kepala Pelaksana BPBD Kalsel, Suria Fadliansyah mengatakan, dibanding bencana alam lainnya, kasus karhutla memang menjadi fokus di 2023.

berdasarkan data, terdapat 4 kabupaten dan kota di Kalsel tingkat kasus karhutla terbanyak.

“Tingkat karhutla paling tinggi, diantaranya Kota Banjarbaru, Tanah Laut, Barito Kuala Hulu Sungai Selatan (HSS) dan Kabupaten Banjar,” ujar Suria, Senin (1/1/2024) kepada jejakbanua.com.

Dari keempat wilayah itu, Suria menyebut bahwa Kota Banjarbaru yang menjadi fokus. Pasalnya di Banjarbaru terdapat objek vital, yakni Bandara Internasional Syamsudin Noor.

Suria membandingkan kasus karhutla di tahun 2022 yang hanya 296 kejadian melonjak drastis di tahun 2023.

“Karhutla di tahun 2022 hanya ada 296 kejadian sementara di tahun 2023 sebanyak 1.900 kejadian. Ini peningkatan yang sangat signifikan karena mengingat dampak el nino dan kemarau panjang,” jelasnya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Bambang Dedi Mulyadi menambahkan, kasus karhutla di Kalsel secara umum dapat tertangani dengan baik.

Hal ini tidak lepas dari peran dan dukungan kuat dari Gubernur Kalsel Paman Birin yang senantiasa terjun langsung ke lapangan dalam upaya pemadaman Karhutla. “Kemudian banyaknya desa tangguh bencana yang terbentuk selama 2023. Selain itu penanganan karhutla juga tidak lepas dari sistem pengairan yang terpadu,” kata Bambang.

“Selain  pemadaman, Gubernur Kalsel juga langsung memimpin pembasahan dengan sistem buka tutup irigasi,” jelas Bambang.

Bambang menambahkan, secara umum, kecuali karhutla, bencana alam di Kalsel selama tahun 2023 mengalami penurunan kejadian dibanding tahun 2022.

“Sementara untuk bencana lainnya seperti banjir, tanah longsor, puting beliung dan banjir rob, semuanya mengalami penurunan kejadian,” pungkasnya. Ary

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments