Minggu, Mei 19, 2024
BerandaHukumAnggaran Pendidikan 20 Persen Lebih, Gubernur Kalsel Ingatkan Pengelolaan Tepat Sasaran

Anggaran Pendidikan 20 Persen Lebih, Gubernur Kalsel Ingatkan Pengelolaan Tepat Sasaran

Jejakbanua.com, Banjar – Gubernur Kalsel Sahbirin Noor membuka Rapat Koordinasi evaluasi program kegiatan tahun anggaran 2023 serta sosialisasi dan Koordinasi program kegiatan tahun anggaran 2024, sekaligus perencanaan program kegiatan tahun anggaran 2025 di Kiram Park Kabupaten Banjar, Rabu (7/2/2024). Kegiatan juga dihadiri Kepala Disdikbud Kalsel Muhammadun serta sejumlah Kepala SKPD Pemprov Kalsel.

Dalam arahannya, Paman Birin mengatakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Hal ini sangat penting dalam rangka mewujudkan Indonesia Emas 2045. 

Apalagi anggaran pendidikan telah meningkat di Kalsel.

Hal ini terlihat dari alokasi anggaran pada tahun 2023 dan 2024 yang telah mencapai lebih dari 20 persen dari anggaran total seperti yang diamanatkan dalam UUD 1945 Pasal 31 ayat (4) dan UU No 20 tahun 2003. 

Tercatat Anggaran dinas pendidikan dan kebudayaan provinsi kalsel tahun 2023, pada posisi APBD perubahan lebih dari 1,6 trilyun rupiah.  kemudian, anggaran pendidikan kalsel pada tahun 2024, pada posisi APBD murni  sudah mencapai lebih dari 1,4 trilyun rupiah.

“Namun pengelolaan dan pengawasan anggaran dibutuhkan agar anggaran tersebut dapat tersalurkan dengan benar pada pos-pos yang tepat, sehingga pendidikan bermutu terselenggara untuk semua lapisan masyarakat di Kalimantan Selatan,” kata Paman Birin.

Data BPS menunjukkan bahwa angka rata-rata lama sekolah di provinsi Kalimantan Selatan pada tahun 2022 adalah 8,46 tahun dari target kinerja 8,47 tahun. Sedangkan pada tahun 2023, angka rata-rata lama sekolah Provinsi Kalimantan Selatan adalah 8,55 tahun dari target kinerja 8,56 tahun. 

“Terdapat selisih satu tahun yang harus dikejar selama dua tahun ke depan. Oleh karena itu, koordinasi, kolaborasi, dan strategi yang tepat dibutuhkan antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam rangka meningkatkan kesempatan belajar dan kualitas pendidikan,” ujarnya.

Untuk meningkatkan mutu dan kompetensi tenaga pendidikan, menjadi bagian tidak terpisahkan dari peningkatan kualitas pendidikan. Akses yang merata pada seluruh sekolah, mulai dari Ibu kota hingga tiap kabupaten, pada sarana prasarana pendukung juga penting. 

“Peningkatan mutu pendidikan tidak hanya semata penggenapan atas target-target di atas kertas, tapi akan berdampak positif untuk masa depan anak-anak banua,” ungkap Paman Birin. Ary

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments