Empat Pilar Mitigasi Bencana Paman Birin Disosialisasikan BPBD Kalsel

0
145

Jejakbanua.com, Banjarmasin – BPBD Kalsel melakukan sosialisasikan empat pilar program mitigasi bencana Gubernur Kalsel Sahbirin Noor atau Paman Birin. “Penguatan program  mitigasi merupakan fokus program penanggulangan bencana oleh Gubernur Kalsel, guna meminimalisir dampak – dampak yang dapat ditimbulkan baik kerugian materiil maupun korban jiwa,” kata Kabid Kesiapsiagaan dan Pencegahan Bencana Bambang Dedi Mulyadi didampingi Amrullah dari Tagana Dinsos Kalsel, dikutip dari program Sapa Kalsel Kompas TV, di Banjarmasin baru – baru tadi.

Menurutnya, sesuai instruksi Gubenrur Kalsel, ada 4 pilar atau langkah dalam penguatan penanggulangan bencana. 

Pertama penguatan regulasi kebencanaan sehingga dapat dihasilkan kebjjakan yang tepat dalam penanggulangan bencana. 

Kedua penguatan kapasitas SDM BPBD Kalsel terkait kebencanaan, ketiga penguatan sarana dsn prasarana kebencanaan dsn terakhir kolaborasi seluruh stake holder, masyarakat bahkan kalangan media dalam penguatan penanggulangan bencana.

Dari instruksi Gubernur Kalsel itu, BPBD Kalsel di lapangan telah mensosialisasikan berbagai program  mitigasi bencana  seperti pembentukan Desa Tangguh Bencana yang saat ini sudah berjumlah 36 desa. “Kemudian kita melaksanakan sosialisasi ke sekolah – sekolah terkait mitigasi gempa bumi melalui program sekolah aman gempa,” kata Bambang.

Selain itu didukung oleh Ketua PKK Kalsel Hj Raudatul Jannah juga dikembangkan program Keluarga Tangguh Bencana. “Sosialisasi keluarga tangguh bencana ini dilakukan PKK Kalsel yaitu memberikan edukasi kepada masyarakat di daerah rawan bencana agar dapat melakukan tindakan penyelamatan mandiri,” kata Bambang.

BPBD Kalsel juga telah membuat peta daerah rawan banjir sejak 2023 serta melakukan penambahan alat deteksi permukaan air di beberapa daerah rawa  banjir.

“Gubernur Kalsel juga berkomitmen menambah jumlah alat deteksi gempa sesuai rekomendasi  BMKG Balikpapan,” kata Bambang.

Jenis bencana alam yang rawan terjadi di Kalsel seperti banjir, Karhutla, angin puting beliung hingga gelombang pasang air laut. “Dari 1894 desa di Kalsel, sekitar 50 hingga 60 persen merupakan daerah rawan bencana,” ungkap Bambang. Ary

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini