BANJARBARU – Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI, mengapresiasi terobosan besar Pemprov Kalimantan Selatan untuk terus menggelorakan Gerakan Revolusi Hijau.

Salah satu inovasi lanjutan dari Gerakan Revolusi Hijau adalah Program Perluasan Areal dan Penanaman Hutan Kota.

“Luar biasa. Sebuah terobosan besar dalam upaya melestarikan lingkungan. Gerakan Penanaman Pohon di hutan kota ini adalah ramah lingkungan dan patut dicontoh,” puji Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Bambang Supriyanto.

Bambang yang datang ke Kalsel dalam rangka ikut melakukan penanaman dan Launching Forest City Pusat Perkantoran Pemprov Kalsel, Banjarbaru, Jum’at (6/12) pagi.

Pejabat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI ini berharap, hutan kota di wilayah Perkantoran Pemprov Kalsel ini juga dibangun hingga merambah ke pedesaan.

Gerakan ini diharapkan betul-betul memasyarakat sehingga kontribusi Kalsel dapat dirasakan oleh Indonesia bahkan dunia.

Sementara itu, Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor mengatakan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sangat serius untuk membangun hutan kota sebagai bagian dari Gerakan Revolusi Hijau.

Sebagai langkah lanjutan, tahun 2020 Pemprov Kalsel akan menanami hutan kota seluas 1000 hektar.

“Kita ingin mengembangkan lebih jauh penghijauan di Kalsel dengan konsep forest city, yaitu kota yang berdimensi hutan. Tahun ini kita melakukan penanaman pohon sebanyak 80 hektar. Tahun depan, kita menargetkan penanaman pohon seluas 1000 hektar untuk forest city.

Menurut Paman Birin, keinginan untuk membuat Kalsel lebih hijau memang tidak mudah. Namun dirinya meyakini dengan kebersamaan banua akan meraih sukses dalam melakukan penghijauan.

Disampaikan, sampai saat ini program penghijauan melalui revolusi hijau telah berjalan dengan baik, berkelanjutan, dan bahkan mendapat apresiasi dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo sebagai provinsi dengan penghijauan terbaik di Indonesia.

Pada launching forest city ini, Pemprov Kalsel menggandeng 400 mahasiswa Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) untuk bersama-sama menanam 1000 pohon di lahan seluas 4,2 hektar. (syh/dev)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here