Berkat Program Serasi, Produksi Beras Kalsel Terjaga Saat Wabah Covid

0
191

BANJARBARU – Program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi) di Kalimantan Selatan, terbukti mampu meningkatkan produktivitas pertanaman padi.

“Berkat Program Serasi, terjadi perubahan pola tanam. Biasanya mengolah lahan secara manual, kini menggunakan peralatan mekanik,” ungkap Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kalimantan Selatan, Syamsir Rahman, Selasa (21/4).

Panen padi sistem Serasi dilakukan menggunakan sistem combine harvester sehingga lebih cepat selesai. Hasilnya bisa menanam padi 2 kali atau lebih dalam jangka waktu setahun.
Pada masa wabah covid sekarang ini, ketersediaan beras atau pangan menjadi salah satu prioritas utama sebagai jaring pengaman sosial.

“Dengan program serasi turut membantu ketersediaan beras untuk Kalsel,” kata Syamsir.

Ia menilai ketersediaan beras Kalsel cukup terjaga hingga akhir tahun.

‘Sebab akan surplus 160.000 ton setelah panen di Bulan Agustus 2020,” terangnya.

“Sesuai arahan Gubernur Paman birin agar pertanian bisa dua kali atau tiga kali panen. Ditambah lagi program serasi yang diluncurkan untuk Kalsel, tetap surplus penyangga padi,” kata dia.

Berdasarkan estimasi, Produksi beras di Kalsel hingga panen pada bulan April 2020, secara keseluruhan surplus diangka 87.497 ton.

Angka ini berdasarkan perhitungan jumlah penduduk Kalsel sebanyak 4,2 juta jiwa lebih dengan konsumsi berasnya memerlukan 33.425 ton per bulan.

Semantara Produksi beras di Kalsel adalah 102.700 ton. Setelah dikurangi maka Kalsel masih surplus 87 ribu ton per bulan.

“Ini adalah produksi dari 11 Kabupaten minus Banjarmasin dan Banjarbaru yang luasan tanamnya sedikit,” terangnya.

Dijelaskan Syamsir, sejauh ini ada tiga kabupaten yang produksi padinya melimpah, yakni Tala, Batola dan Kabupaten Banjar.

“Namun untuk Kabupaten HSU, Tabalong, Tapin dan lainnya. Mereka surplus namun hanya bisa bertahan untuk Kabupaten kota sendiri,” sebut Syamsir Rahman.

Syamsir mengingatkan ketersediaan beras ini harus diamankan oleh kabupaten kota masing-masing.

Apalagi saat ini Banjarmasin akan menerapkan program Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan termasuk daerah penyangganya. Karena itu pengamanan beras harus dilakukan.

“Untuk menjaga kestabilan dan ketersediaan beras dikabupaten kota pada saat pandemik ini agar para bupati walikota tetap menjaga stok beras yg ada di wilayahnya masing masing agar tercukupi,” harap Syamsir.

Syamsir menilai untuk kebutuhan pangan terutama  beras tidak perlu dikhawatirkan pasalnya Kalsel surplus beras hingga akhir tahun. “Ini berkat program serasi yang diusulkan Gubernur Kalsel dengan pola tanam minimal 2 kali bahkan ada yg 3 kali tanam setahun,” pungkas Syamsir. (bdm)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here