ASN Kehumasan Penting Kenali Ranjau Pers dan Cara Berelasi Dengan Media

0
271

Banjarmasin – Hari Kedua Workshop Strategi Kehumasan Dalam Melahirkan Inovasi di Era Digital, di Golden Tulip Hotel Banjarmasin, Rabu (19/5) menghadirkan dua narasumber yaitu  jurnalis senior Tribunnews dan mantan Pemred Banjarmasin Post Yusran Pare dan Bambang Dedi Mulyadi S.Sos MAP selaku Kasubbag Peliputan dan Pemberitaan Biro Adpim Setdaprov Kalsel. 

Pada sesi terakhir sebelum penutupan, Bambang Dedi mengajak peserta mengenali ranjau atau jebakan pers dengan Sasaran Pejabat Publik atau Pimpinan Perusahaan BUMD/BUMN. “Hal ini dapat dikenali dengan sajian pemberitaan yang didominasi opini wartawan bersangkutan, narasi berita didominasi kata-kata diduga, konten berita menghakimi narasumber tanpa fakta,” papar Bambang yang pernah mengenyam pengalaman sebagai jurnalis di Banjarmasin Post.

Menurut Bambang, untuk menggiring opini masyarakat pembaca,  sang wartawan atau media itu menggunakan kalimat “menurut  sumber yang dipercaya” atau menggunakan data yang tak valid. “Namun yang kita sampaikan disini tidak berlaku bagi insan pers atau media yang profesional dan memiliki legalitas kuat,” kata Bambang.

Ia berharap, ke depannya penting bagi tiap SKPD di Pemprov Kalsel membentuk tim kreatif yang bertugas mengelola kanal informasi eksternal dan internal.

“Peran jurnalistik juga seharusnya memberikan  pencerahan, edukasi dan solusi bukan hanya mencari kesalahan semata dari sebuah kejadian,” katanya.

Konten berita media juga terus berkembang sebagai dampak tuntutan zaman digital. “Sekarang ini pembaca atau audiens lebih senang dengan konten secara detil dibalik yang berita besarnya, bahasa berita juga jangan sampai bertele-tele dan mengedepankan ekonomi kata,” papar Bambang.

Tenaga kehumasan di SKPD juga perlu memahami teknik berelasi dengan media dan mengedepankan profesionalitas dalam menjalin hubungan. “Strategi menjalin hubungan profesional dengan media sekaligus dapat membantu pemerintah dalam menjawab opini negatif yang berkembang,” kata Bambang.

Ia juga menekankan pentingnya dibentuk Pokja kehumasan antar SKPD di Pemprov Kalsel yang nantinya dapat bersinergi dalam mensosialisasikan kegiatan dan program pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemprov Kalsel. “Namun terlebih dahulu bagi tiap SKPD agar membentuk tenaga kehumasan dan juru bicara instansi, saya yakin dengan adanya lembaga satu pintu ini akan efektif dan efisien dalam mewartakan program pembangunan yang dilaksanakan Pemprov Kalsel,” kata Bambang.

Diharapkan dengan adanya kegiatan Workshop ini para ASN Kehumasan di SKPD dapat menambah skill dalam teknik menyampaikan informasi yang dikemas secara menarik bagi audiens atau pembaca.

Sementara Yan Setiawan selaku Humas RSUD Ulin Banjarmasin merasa bersyukur bisa mengikuti kegiatan Workshop Strategi Kehumasan dalam melahirkan inovasi di era digital selama 2 hari mulai tanggal 18-19 Mei 2021. “Kegiatan ini bermanfaat menambah pengetahuan strategi kehumasan SKPD di era digital, sekaligus ke depan antar SKPD dapat menjalin komunikasi dan sinergi dalam rangka mengatasi persoalan kehumasan,” kata Yan Setiawan.

Namun yang kerap jadi kendala adalah tidak setiap SKPD di Pemprov Kalsel memiliki tenaga kehumasan. “Menurut saran kami, perlu dialokasikan tenaga kehumasan di SKPD yang masih belum memiliki,” kata Yan.

Kegiatan Workshop ini diikuti ASN kehumasan perwakilan masing-masing SKPD Pemprov Kalsel. Terlaksana m atas kerjasama Sekdaprov  Kalsel dengan media Wartabanjar.com.

Workshop ditutup secara resmi oleh Widi Gunawan, Kabag Komunikasi Biro Administrasi Pimpinan Setdaprov Kalsel. Ary

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here