Banjarmasin – Ketua Dewan Perwakilan Daerah RI, AA La Nyalla  Mahmud Mattalitti memberikan kuliah umumnya di STIE Indonesia Banjarmasin, Senin (24/5/2021). Kuliah umum yang juga dihadiri Pj Gubernur Kalsel Safrizal ZA tersebut mengambil Tema  ‘Pengelolaan Sumberdaya Alam yang Berkeadilan.

Sementara La Nyalla dalam kuliah umumnya mengatakan yang menjadi pertanyaan besar selama ini adalah, sudahkah sumberdaya alam bangsa ini membuat kita makmur, sejahtera dan berkeadilan. “Di sinilah pentingnya kita menggalang kesadaran bersama untuk terus bekerjasama guna melakukan perubahan untuk kepentingan bersama,” kata La Nyalla.

Menurutnya, DPD akan tetap konsisten mengawal kepentingan daerah karena para senator DPD  adalah wakil daerah, pembela kepentingan daerah dan seluruh stackholder yang ada di daerah.

La Nyalla menambahkan, Kunjungan kerja kali ini seperti roadshow. 

“Saya ingin bergerak cepat dan saksama untuk menemui para kepala daerah, gubernur, maupun bupati/wali kota, serta pemangku kepentingan di daerah untuk mendengar dan melihat langsung permasalahan dihadapi daerah ” ungkapnya.

Pj Gubernur Kalsel Safrizal ZA dalam laporannya mengatakan di Kalsel saat ini ketat melaksanakan protokol kesehatan, bahkan sebelum acara kuliah umum semua peserta sudah di antigen.

“Khusus untuk penanganan Covid di Kalsel, saya ingin melaporkan angka statistik mulai membaik, di lapangan kita berupaya terus.,” paparnya.

 Untuk angka kematian terus turun, waktu pertama saya datang ke Kalsel angka kematian 3.3 persen dan Alhamdulillah hari ini turun menjadi 2.9 persen.

Terkait pengelolaan sumber daya alam, Safrizal menilai Kalsel patut bersyukur karena termasuk provinsi yang dikarunia  sumberdaya alam yang luar biasa.

Data statistik mengatakan Kalsel mampu bertahan di tengah kontraksi perekonomian yang melemah akibat pandemi covid-19.

Sektor pertambangan yang akan habis ketersediaannya harus dikelola secara bijaksana dan adil bagi masyarakat, pemerintah, pengusaha dan lingkungan.

Sedangkan mengenai dampak kerusakan lingkungan yang disebabkan aktifitas pertambangan,  Safrizal mengungkapkan pihaknya juga terus melakukan pembenahan dan perbaikan.

Safrizal juga mengatakan, Sektor pertambangan merupakan sumbangan besar devisa bagi negara namun juga harus kita kelola dengan baik.

“Mari kita bersama-sama mengelola sumberdaya alam dengan bijak dan berkeadilan,” ajaknya.

Ketua STIE Indonesia Banjarmasin, Yanuar Bachtiar diwakili melalui Ketua Program Magister Manajemen STIE Indonesia Banjarmasin, Ibrahim Daud mengucapkan terimakasih kepada Pj Gubernur Kalsel dan Ketua DPD RI.

Dia berharap DPD RI membantu memfasilitasi, mendukung perubahan status dari STIE Indonesia Banjarmasin menjadi Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia.

“Semoga harapan kami bisa cepat terealisasi,” tukasnya.

Selanjutnya acara ditutup dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara DPD RI dengan STIE Indonesia tentang kerjasama bidang penelitian, pengabdian kemasyarakatan dan peningkatan SDM,”  (End/Ary)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here