Banjarbaru – Proyek pembangunan bendungan Riam Kiwa di wilayah Paramasan Kabupaten Banjar bakal segera direalisasikan. Disebutkan bendungan tersebut bakal mampu menampung air sebanyak 90 juta liter air.

“Panjangnya sekitar sekitar 490 meter sedangkan  tinggi sekitar 50 meter dengan kapasitas tampung 90 juta liter air,” terang Kepala Balai Wilayah Sungai Kalimantan III Fikri Abdurrahman, usai Rakor percepatan pembangunan Bendungam Riam Kiwa di Setdaprov Kalsel Senin (31/5)

Diharapkan bendungan akan mampu menampung limpahan air apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi di daerah pegunungan. “Sementara waktu yang dibutuhkan untuk pembangunan diperkirakan 5 tahunan,” kata Fikri

Terkait pendanaan proyek bendungan bersumber dari loan atau pinjaman luar negeri. “Sembari proses loan, saat ini dalam tahap proses persiapan pengadaan tanahnya,” kata Fikry.

Ia juga mengatakan luasan tanah untuk  lokasi bendungan Riam Kiwa mencapai 771 hektar. “Kalau dari luasnya memang lebih luas daripada bendungan Tapin namun bendungan Tapin lebih tinggi,” katanya.

Tujuan pembangunan bendungan Riam Kiwa adalah pengendali banjir di wilayah Banjar dan sekitarnya. 

Sebelumnya Sekdaprov Kalsel Roy Rizali Anwar mengatakan wewenang menetapkan lokasi bendungan dilimpahkan ke Pemkab Banjar. “Dalam Rakor kita juga merumuskan percepatan pembangunan Bendungan Riam Kiwa, termasuk mencari solusi bersama terkait kendala yang dihadapi agar pembangunan bendungan dapat segera direalisasikan,” kata Roy.

Ada berbagai syarat yang harus dipenuhi guna merealisasikan pembangunan bendungan misalnya perizinan pinjam pakai kawasan hutan. 

Sementara Sekda Banjar M Hilman menambahkan  bendungan Riam Kiwa dan Bendungan Riam Kanan sebenarnya sudah dicita-citakan sejak Menteri PU RI Pangeran M Noor. “Sejak zaman Menteri PU Pangeran M Noor keberadaan bendungan Riam Kanan dan Riam Kiwa sudah diusulkan untuk pengendali atau reduksi banjir di wilayah Banjar dan sekitarnya,” kata Hilman. Ary

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here