Banjarbaru – Progres Belanja pemerintah yang dilakukan oleh pemerintah Provinsi Kalsel dinilai berdampak positif terhadap perekonomian Banua dan dampaknya bisa dirasakan langsung masyarakat. 

“Manfaat belanja negara dirasakan langsung masyarakat baik dalam kerangka Program Penanganan Covid  dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC PEN), maupun program lainnya,” kata Sulaimansyah, Kakanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kalsel, Kamis (3/6) saat Rakor Perkembangan Realisasi APBD tahun 2021 di Banjarbaru yang juga dihadiri Sekda Kalsel Roy Rizali Anwar.

Berdasar data Ditjen Perbendaharaan, pagu alokasi belanja K/L di Kalsel pada triwulan 1 tahun 2021 sebesar Rp 8,8 M lebih sementara realisasinya hingga 28 Mei 2021 sekitar 32,54 persen. Sementara pagu alokasi belanja berdasar jenis kewenangan sebesar Rp 12,5 lebih dan realisasinya sebesar 32,40 persen. Begitu pula realisasi belanja pemerintah Satker, Tugas Pembantuan, Dekonsentrasi, kantor daerah dan kewenangan kantor pusat menunjukkan progres yang baik hingga akhir Mei 2021.

Diketahui, Total alokasi belanja Kalsel pada tahun 2021 tercatat Rp 34,98 T baik APBN maupun APBD.

Menurutnya, Belanja Pemerintah telah berfungsi optimal sebagai instrumen kebijakan countercyclical menangani dampak Covid-19,. “sehingga tidak terjadi kontraksi ekonomi terlalu dalam dan pemulihan ekonomi dapat diakselerasi,” kata Sulaimansyah.

Untuk diketahui per triwulan I tahun 2021 perekonomian Kalsel tercatat masih alami kontraksi sebesar -1,25 persen (y on y). Hal ini sebagai dampak global pandemi Covid 19.

Ia juga menekankan agar seluruh program dimonitor dan dipertanggungjawabkan dalam rangka akuntabilitas dan transparansi. “Defisit APBN dan pembiayaan anggaran dijaga dalam batas aman, dengan strategi pembiayaan yang  prudent, fleksibel, dan terukur, dengan mengoptimalkan sumber pembiayaan yang paling efisien,” papar Sulaimansyah. 

Menurutnya, APBN Tahun 2021, termasuk penyesuaian yang tengah dan akan dilakukan, difokuskan pada penanganan

covid dan pemulihan ekonomi. “Progress realisasi APBN di Kalimantan Selatan hingga Mei 2021 lebih baik dibandingkan periode yang sama yang belum terdampak covid19, maka diharapkan dapat menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi di Triwulan I-2021 di Kalimantan Selatan,” harapnya.

Fokus belanja K/L di Kalimantan Selatan adalah belanja Infrastruktur untuk percepatan pemulihan ekonomi, disamping belanja penanganan covid19 (PC-PEN) yang direalisasikan di Pusat.

Terakhir Sulaimansyah menyarankan Perlu pembentukan forum/tim evaluasi PC-PEN. Ary

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here