Banjarmasin – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalimantan Selatan bersinergi dengan  Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalsel dan Ditresnarkoba Polda Kalsel.  untuk mengisi webinar peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tahun 2021.

Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani mengatakan webinar tersebut merupakan bentuk kontribusi kepada bangsa. Mengingat masalah narkotika adalah masalah bangsa, menjadi tanggung jawab semua pihak untuk mencegah penyalahgunaannya.

“Webinar ini kami laksanakan sebagai bentuk kepedulian kami, dengan harapan bisa memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat luas, terutama mengenai bahaya narkoba,” kata Nurliani, Banjarmasin, Rabu (9/6)

Nurliani menilai, penggunaan obat terlarang mengalami peningkatan ditengah pandemi COVID-19 ini. Hal itu tentunya tidak luput dari kurangnya informasi dan stres berkepanjangan akibat ekonomi yang lesu ditengah pandemi.

“Dari informasi yang saya tahu, pengguna narkoba rata-rata masih berusia muda dan produktif. Selain itu juga timbul spekulasi kondisi ini karena banyaknya orang stres akibat kegiatan bisnis yang tidak aktif. Oleh karenanya, semua elemen harus terlibat memberantas penyakit yang bisa merusak masa depan anak-anak bangsa” tutur Nurliani.

Sementara itu, Kepala BNNP Kalsel, Brigjen Pol Drs Jackson Lapalonga menyambut baik dan memberikan apresiasi atas kerja sama yang ditawarkan Dispersip Kalsel untuk mengisi webinar pada peringatan HANI 2021 nanti.

Terlebih, menurut Jackson, penyalahgunaan narkotika menjadi permasalahan serius, terutama yang melibatkan generasi milenial. Dia pun menilai permasalahan ini perlu mendapatkan perhatian khusus sedini mungkin agar SDM yang unggul dan tangguh bisa terwujud.

“Saya memberikan apresiasi kepada Kepala Dinas dan jajaran Dispersip Kalsel, saya awalnya kaget dan bangga bahwa permasalahan narkoba ini juga menjadi konsep dari pada kegiatan dinas yang dipimpin Ibu Nunung,” kata Jackson.

Sedangkan, Direktur Reserse Narkoba Polda Kalsel, Kombes Pol Tri Wahyudi mengatakan, orang tua perlu mendampingi perkembangan anak untuk menyatakan sikap anti penyalahgunaan barang-barang haram tersebut.

“Untuk pembinaan ketahanan keluarga, orangtua dilatih untuk merubah perilaku anak menjadi lebih baik,” kata Kombes Pol Twi Wahyudi. Ary 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here