Makam Sunan Ampel merupakan wisata religi di Surabaya. Makam salah satu penyebar agama Islam di Indonesia ini  selalu ramai oleh para wisatawan muslim seluruh Indonesia. Terlebih menjelang bulan Ramadhan.

Makam Sunan Ampel salah satu makam tak pernah sepi dikunjungi peziarah dari berbagai daerah di nusantara. Siang dan malam, kawasan makam Sunan Ampel selalu ramai peziarah. Tak heran di kawasan tersebut, banyak pedagang berjualan makanan, minuman hingga pakaian muslim.

Menurut sejarah, Sunan Ampel memiliki nama asli yaitu Rahmatulloh atau biasa dipanggil dengan Raden Rahmat. Sunan Ampel merupakan pria kelahiran Champa.

Beliau dilahirkan tahun 1401. Beliau diketahui adalah anak dari Maulana Malik Ibrahim atua Sunan Gresik dengan putri Raja Champa bernama Dewi Chandrawulan.

Sunan Ampel diyakini sebagai satu dari sembilan wali yang menyebarkan ajaran Islam di Pulau Jawa atua yang biasa dikenal Wali Songo. Beliau juga yang mencetuskan istilah “Ma Lima” yang melarang perbuatan seperti berjudi, mencuri, mabuk, memakai narkoba, serta berzina.

Catatan sejarah mengatakan bahwa Sunan Ampel diperkirakan wafat tahun 1481. Beliau meninggal di Demak serta dimakamkan di barat Masjid Ampel di Surabaya. Kini, makamnya menjadi tempat ziarah dan ramai dikunjungi terutama ketika menjelang bulan Ramadhan.

Bahkan, pada malam-malam ganjil pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan, yang datang ke sini mencapai ribuan orang. Pemkot Surabaya telah menetapkan kawasan ini sebagai salah satu lokasi wisata religi sejak tahun 1972. Sejak saat itu, ribuan pengunjung baik lokal maupun mancanegara mendatangi Makam Sunan Ampel.

Wisatawan mancanegara yang kerap bertandang ke makam ini diantaranya berasal Belanda, China, Malaysia, Saudi Arabia, Malaysia, dan banyak lagi. 

Petilasan Sunan Kalijaga

Tepat di area makam sunan ampel juga terdapat sebuah tempat yang dinamakan petilasan Sunan Kalijaga. Tempat tersebut diberi pembatas berupa pagar besi.

Sehingga tidak menyatu dengan area makam. Sunan Kalijaga sendiri adalah salah satu wali Songo yang juga menyebarkan syiar Islam.

Sehingga ditemukan beberapa petilasan yang tersebar di daerah Jawa. Selain di Surabaya ini, terdapat juga beberapa petilasan yang berada di Cirebon dan Demak.

Selain sebagai wisata religi, para wisatawan bisa melakukan berbagai aktivitas di kawasan wisata ini. Salah satunya menikmati desain arsitektur masjid yang unik ini. Gaya arsitektur masjid ini merupakan perpaduan antara Jawa Kuno dengan Arab.

Masjid Sunan Ampel salah satu yang tertua di Indonesia. Masjid ini terletak di kelurahan Ampel, Semampir, Surabaya. Hingga saat ini masjid ini bahkah tetap berdiri kokoh walaupun telah berkali – kali akan dihancurkan oleh Belanda.

Masjid ini didirikan sendiri oleh Sunan Ampel. Selain unik dengan arsitekturnya, nuansa spiritualnya pun terasa tinggi. Sehingga selalu memunculkan kesan khidmat bagi setiap wisatawan religi. Dapat dilihat pada bagian depan ada 5 gerbang.

Kelima gapura tersebut adalah simbol dari 5 rukun Islam. Gapuro ini masing-masing diberi nama Gapuro Munggah, Gapuro Ngamal, Gapuro Poso, Gapuro Madhep, serta Gapuro Paneksen.

Bagi anda yang mengunjungi makam ini dapat menyaksikan sendiri betapa megah dan damainya masjid ini. Inilah bukti autentik sejarah syiar Islam yang diperjuangkan oleh Sunan Ampel. Anda juga dapat mengikuti beberapa acara keagamaan yang diadakan secara rutin oleh pihak masjid.

Kampung Arab

Selain masjidnya, daya tarik wisatwan terhadap kawasan Ampel ini terletak pada perkampungan Arab. Anda bisa sekedar berjalan-jalan dan melihat-lihat kampung multi etnis yang unik ini.

Sama seperti di Kampung Melayu dan Kampung Layur di Semarang. Ada banyak etnis yang tinggal di daerah ini. Namun etnis Arab banyak mendominasi kawasan ini.

Di kampung Arab ini anda pun bisa memperoleh barang-barang khas Arab. Mulai dari barang fashion seperti peci, parfum dan gamis. Ada juga kuliner khas negri Arab seperti nasi kebuli, kurma, kebab, roti maryam, sampai air zam-zam.

Alamat Makam Sunan Ampel terletak di Jalan Ampel Suci 45 dan Jl Ampel Masjid 53. Daerah ini tidak sulit dijangkau. Letaknya kira-kira 10 km dari pusat Kota Surabaya.

Karena sebuah makam, maka anda bisa sewaktu-waktu datang kemari. Karena tidak ada jam tutup lokasinya. Namun, disarankan untuk selalu mematuhi peraturan yang dibuat oleh pihak pengelola makam. Ary

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here