476 Warga Kabupaten Banjar Jalani Isoman

0
199

Martapura – Rapat Koordinasi (Rakoor) Penerapan PPKM Level 3 di Kabupaten Banjar secara virtual dilaksanakan di Command Center Manis Martapura Kamis (29/7/2021) siang.

Rakoor dipimpin Bupati Banjar H.Saidi Mansyur,turut hadir Wakil Bupati Banjar H.Said Idrus Al-Habsyie, Kepala Dinas Kesehatan dr.Diauddin, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra H.Masruri dan Forkopimda Kabupaten Banjar.

Hadir juga secara virtual SKPD terkait dan Camat Martapura beserta lurah dan pambakal se-Kecamatan Martapura.

Bupati Banjar H.Saidi Mansyur mengatakan berdasar data di Kabupaten Banjar, warga yang menjalani Isolasi Mandiri (Isoman) sebanyak 476 orang, kemudian yang dirawat di rumah sakit 103 orang dan yang meninggal sampai sekarang ini 102 orang.

“Ini menjadi perhatian kita karena kecamatan Martapura nomor 1 Covid-19 di Kabupaten Banjar,salah satu kecamatan yang beberapa hari ini mengalami pelonjakan kasus Covid 19,maka dari itu Kabupaten Banjar salah satu daerah untuk menerapkan PPKM Level 3,” kata Saidi.

Maka dari itu Bupati Banjar meminta para Camat,Kepala Desa dan seluruh perangkat desa se-Kecamatan Martapura kembali mengoptimalkan tugas masing-masing dengan melakukan tracing dan treking, penelusuran dan pelacakan tingkat desa dan kelurahan karena Kecamatan Martapura ini sudah Zona Merah.

“Perlu edukasi kepada Masyarakat karena ada sebagian masyarakat yang masih berpendapat tidak ada Covid sehingga perlu keaktifan dari tingkat kecamatan sampai tingkat desa untuk mengambil langkah serius dalam penanganan Covid ini,” ungkap Saidi.

Bupati Banjar juga menjelaskan bahkan beberapa hari ini ada Puskesmas tutup karena beberapa tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19 serta perlu adanya bantuan kepada warga yang terpapar Covid-19 atau positif Covid 19 yang melakukan Isoman.

“Bersama SKPD terkait akan memberikan bantuan kepada Masyarakat yang isoman terdampak Covid 19 yaitu terpapar Covid-19 dengan menyertakan bukti surat PCR atau terkonfirmasi positif Covid 19 yang telah terdata oleh dinas kesehatan dan menurut informasi dari para pembakal menganggarkan 8% dari dana desa untuk penanganan Covid-19 ini,” pungkasnya. Ary/***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here