Pemprov Aktifkan Empat Posko Siaga Bencana Karhutla 2021

0
139

Banjarbaru – Untuk mengantisipasi terjadinya bencana Karhutla dan kabut asap tahun 2021, Pemprov  Kalsel mengaktifkan empat Posko Komando Siaga Darurat  Bencana Kabut Asap dan Karhutla. Pertama posko Guntung Damar Banjarbaru, Jalan Gubernur Syarkawi atau  depan RSJ Sambang Lihum, posko Liang Anggang di Kabupaten Tanah Laut dan posko di Kecamatan Mandastana Kabupaten Barito Kuala.

Hal ini terungkap dalam Apel Gelar Pasukan Satgas Karhutla  Kalsel 2021. Apel berlangsung di Posko Komando Siaga Darurat  Bencana Kabut Asap dan Karhutla Guntung Damar Jalan Bandara Syamsudin Noor Landasan Ulin Utara Kecamatan Kecamatan Landasan Ulin Banjarbaru, Selasa (03/08/2021) pagi.

Bertindak selaku pemimpin apel  Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar. Peserta apel terdiri  berbagai elemen di antaranya,  Kepolisian Daerah Kalsel, TNI, PMI, ORARI, BPK  dari Banjarbaru dan Martapura, Manggala Agni, dan sejumlah relawan.

Roy mengingatkan dampak dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya dari sisi kesehatan, tetapi juga perekonomian dalam skala, lokal, regional dan nasional.

“Untuk  mencegah Karhutla, berbagai upaya telah dilakukan bersama seperti pembuatan kanal,  embung, kolam-kolam  penampungan air,” kata Roy.

Kemudian  patroli terpadu yang tetap dilakukan selama status siaga darurat.

Untuk itu semua peralatan pendukung dan personil satgas telah disiapkan untuk menjaga provinsi Kalsel dari kabut asap dan karhutla. 

Penyebab karhutla umumnya akibat hutan sengaja dibakar untuk membuka lahan pertanian, membuang punting rokok sembarangan maupun membakar api yang masih menyala lalu ditinggalkan.

“Banyak kerugian akibat karhutla seperti jarak pandang pendek, udara tercemar dan pernafasan pun terganggu,” kata Roy.

 Oleh karena itu Karhutla harus dicegah dan ditanggulangi sedini mungkin dan hal itu menjadi tangung jawab bersama.

Roy meminta kepada seluruh elemen kebencanaan di provinsi ini, agar tetap siaga dan peralatan siap setiap saat diperlukan.

Masih ada persepsi masyarakat di kalangan petani, bahwa lahan yang tidak dibakar menjadikan tanah tidak subur dan hama tidak mati. 

Karenanya dilakukan sosialisasi untuk memberikan pemahaman yang benar dan bahaya kebakaran lahan dan hutan dengan melibatkan petugas hingga level terendah di tingkat desa.

“Kita minta informasi dinas pertanian untuk menyampaikan informasi bahwa saat ini ada tehnologi yang bisa dimanfaatkan tanpa harus membakar lahan,” ujarnya. (Sal/Ary)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here