Paman Birin Ingatkan Bencana Sosial Dampak Pandemi

0
301

Banjarbaru- Gubernur Kalsel Sahbirin Noor mengingatkan bahwa dampak sosial daripada pandemi Covid 19 perlu menjadi perhatian serius semua pihak. Pasalnya, apabila tak ada kepedulian dari masing- masing pihak baik kalangan pemerintah, swasta maupun masyarakat itu sendiri maka bisa saja terjadi bencana sosial.

“Kalau menghadapi pandemi Covid 19 masih bisa kita hadapi namun bila sampai terjadi bencana sosial akibat pandemi maka itu berat dan dampaknya luar biasa pada sendi sendi kehidupan, rakyat lapar kemudian bisa menjadi mudah emosi,” ingat Paman Birin usai menyerahkan simbolis bantuan sayur dan buah untuk warga Isoman di Kantor Dinas TPH Kalsel Banjarbaru, Senin (30/8) lalu.

Oleh karena itu ia mengajak semua pihak gotong royong dan bekerjasama guna percepatan penangganan Covid ini. “Salah satu bentuk perhatian adalah dengan saling memberi perhatian terhadap masyarakat Terdampak Covid, ini salah satu bentuk kepedulian sekaligus gotong royong, masing-masing menjalankan sesuai fungsi dan tugas serta kemampuannya,” kata Paman Birin.

Ia berharap nilai nilai kepedulian serta saling berbagi terhadap sesama kian ditingkatkan di masa pandemi ini. “Banyak masyarakat kita yang Terdampak Covid hingga tak bisa bekerja arau usaha bahkan ada yang kena PHK,” katanya.

Sementara Aksi peduli Dinas TPH Kalsel kepada warga Isoman ini juga sempat mendapatkan apresiasi Menko Prekonomian Airlangga Hartarto yang menyempatkan datang ke kebun Kelompok Tani Mugi Rahayu di tambak tarap Landasan Ulin Banjarbaru. “Bahkan daerah lain di Indonesia diminta dapat mencontoh aksi peduli warga Isoman yang dilaksanakan Pemprov Kalsel melalui Dinas TPH ini,” terang Kadis TPH Kalsel Syamsir Rahman.

Adapun proses pembagian bantuan diserahkan kepada masing-masing relawan Covid di kelurahan dan kecamatan. “Tanpa gotong royong dan kebersamaan maka penanganan Covid tak akan berhasil,” katanya.

Syamsir  juga bersyukur saat ini Kalsel surplus beras. Hasil produksi padi kalsel saat ini  sebanyak 1,1 juta ton. “Sementara  kebutuhan memberi makan rakyat kalsel sebanyak 4,3 jt jiwa hanya 350.000 ton setahun artinya masih surplus sebanyak 750.000 ton,” papar Syamsir. Ary 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here